Senin, 02 Juni 2008

Teruslah Bersinar

Mentari di pelupuk senja
tenggelam dalam samudera merah saga
ku terdiam di persimpangan malam
meresapi makna

Cahaya bulan menusukku
membuat lubang besar dalam jiwaku
ku tertatih menggapai rasa
kenapa jiwa ini bukan milikku

Jutaan bintang memamerkan kerlipnya
seolah mengirimkan pesan lewat rengkuhan angin
jangan meredup...
teruslah bersinar....
karena sinarmu menambah terangnya alam semesta

Labkom, 18 juni 2007, 15.15 wib

Label:

Terima kasih

Bapak...

terima kasih telah menikahi ibu hingga dari rahimnya lahirlah aku

terima kasih telah mendidikku seperti laki2 hingga ku bisa jadi cewek yang kuat

berkat obsesimu punya anak cowok

ku jadi tergerak untuk membuktikan padamu bahwa ku bisa

aku bukan cewek lemah

Ibu...

terima kasih telah mengijinkanku numpang dalam rahimmu

menyerap oksigen dari paru2mu, menyerap makanan dari tubuhmu

terima kasih telah tersenyum padahal berat membawaku dalam perutmu

Bapak...

terima kasih telah bercerai sama ibu

hingga ku bisa mendapat pelajaran berharga tentang kehidupan

terima kasih telah menikah lagi

hingga ku tahu apa yang harus kulakukan ketika ku nikah nanti

terima kasih telah tidak menghubungiku selama ini

hingga ku jadi cewek tegar dan tabah

Ibu...

terima kasih telah mendukung cita-citaku

disaat semua orang meremehkanku

terima kasih telah bersabar dalam menjalani hidupmu

hingga membuatku tidak terlalu sedih

terima kasih telah melakukan segalanya untukku

walaupun tak mungkin bagiku membalas segalanya, tapi

aku pasti akan membuatmu bangga telah melahirkanku ke dunia ini

Label: ,

Jumat, 30 Mei 2008

Berhenti sejenak

Pagi ini...
Aku mengingatkan diriku untuk tersenyum
Tersenyum dari hatiku
Dan menyebar ke seluruh sel dan jaringan dalam tubuhku

Pagi ini...
Aku mengingatkan diriku untuk melepaskan emosiku
Dan membiarkannya sejenak
Hingga ku siap menghadapi dunia

Aku ingin merasakan keheningan ini

Biarlah setiap detakan jantungku...
Biarlah setiap aliran darahku...
Biarlah setiap hembusan nafasku...

Membuatku merasakan tubuhku
Dan setiap pengorbanan sel-sel dalam metabolisme hidupku

Label:

Aku menantimu

Kakak...
Sekarang kau ada di mana?
Apa yang sedang kau lakukan sekarang?

Kakak...
Cepatlah kau hadir dalam hidupku
Dan, kalaupun kau sudah hadir
Berilah tanda...
Agar aku tahu kalau kau ada di sini
Bersamaku

Kakak...
Kenapa air mata ini terus saja mengalir?
Aku tidak ingin terus menangis
Tapi...
Air mata ini tidak mematuhiku rupanya

Kakak...
Aku butuh dukunganmu dalam menjalani hidupku
Cepatlah datang kakak...
Aku menantimu

Label:

Pasrahku

Diantara denting jarum jam yang bergayutan
Diantara tetesan peluh yang membasahi mukaku
Aku berkutat dengan waktu

Lelaki berbaju putih itu berkata
” Maaf, Anda positif kanker stadium empat. Sayang sekali, tidak ada stadium lima. Dan umur anda tinggal tiga bulan lagi.”

Enak saja memprediksi umur manusia
Memangnya siapa dia?
Dia bukan Tuhan!

Aku tidak akan menyerah begitu saja
Hanya karena ku tahu sisa waktuku
Bukankah semua orang akan mati?

Aku tidak lemah!
Tapi airmata ini...
Tak mematuhiku rupanya
Ia terus saja mengalir tanpa bisa kukendalikan

Kakiku gontai
Sayup-sayup kudengar suara-suara penyeru-Mu
Entah kenapa kali ini terdengar indah
Terus menggetarkan gendang telingaku

Oh, Robb..
Inikah saatnya..
Biarkan aku mengambil wudhu terakhirku
Biarkan aku menegakkan sholat terakhirku

Aku pasrah
Dalam tidurku.

Label:

Ah, kau lagi!

Sudah kubilang bukan?
Jauhi aku!
Kenapa kau tak menurut juga?

Aku tak ingin kau ada
Apalagi menjadi bagian tubuhku
Aku tidak suka memilikimu

Kau tidak lihat pandangan mereka?
Ketika mereka melihatku, mereka juga melihatmu
Dan kurasa sebenarnya mereka tidak benar-benar melihatku

Mata mereka malah lebih suka mengamatimu
Lidah mereka malah lebih suka membicarakanmu
Ketika mereka ada di sampingku

Dengar!
Aku tidak suka kau ada di wajahku
Kau menyakitiku!
Menyakiti raga dan jiwaku

Dasar jerawat!
Ah, kau lagi!

Label:

Ya, Aku Istimewa

Aku adalah aku
Aku istimewa karena keunikanku
Tiada orang lain yang sepertiku

Biarpun orang bilang aku bodoh
Biarpun orang bilang aku jelek
Biarpun orang bilang aku miskin

Apapun yang orang bilang tentangku
Aku tak peduli!

Kau tahu kenapa?
Ya, karena aku istimewa
Aku memiliki jenis otak kedua
Yang selalu memberiku semangat Untuk bangkit ketika ku jatuh

Ya, aku istimewa!

Label:

Merentas Makna

Aku berlari dan terus saja berlari
Aku tak ingin berhenti
Meskipun kakiku sudah tak kuat lagi
Meskipun nafasku menderu menyisakan ngilu

Hey, aku punya sayap!
Saatnya aku terbang jauh.. jauh tinggi
Meninggalkan segala kepahitan
Membuang segala kejenuhan

Aku sudah berlari jauh
Aku juga sudah terbang tinggi
Tapi ia terus saja ada dalam hidupku
Kenapa kau tak pergi saja?

Aku hanya ingin makna!
Aku hanya ingin rasa!

Label:

Aku Mencintaimu, Ibu

Ibu...
Kau adalah matahariku
Yang menerangi dunia dengan cahayamu
Yang menyinari bumi dengan kehangatanmu
Karena itulah
Aku mencintaimu

Ibu...
Kau adalah sumber mata airku
Yang meredakan dahagaku dengan kebijaksanaanmu
Yang menyejukkan jiwaku dengan ketulusanmu
Karena itulah
Aku mencintaimu

Ibu...
Kau adalah bumiku
Yang menjadi tempatku berteduh
Yang menjadi tempatku bertumbuh
Karena itulah
Aku mencintaimu

Ibu...
Ada banyak alasan
Kenapa aku mencintaimu
Tapi anehnya,
Tak butuh alasan bagimu
Untuk mencintaiku

Label:

Sudut Hatiku

Aku heran
Ketika rasa itu
Menyelusup di dada
Aku tak tahu kapan
Pertama kali aku sadar

Karena tiba-tiba saja
Sudah kudapati ia di sana
Berada di lubuk terdalamku
Seolah-olah,
Ia adalah bagian darinya

Aku masih heran
Ketika rasa itu
Menusuk indah
Tepat di jantungku
Membuatku bimbang
Antara akal dan rasa

Aku bahagia
Tapi,
Di saat yang sama
Aku takut
Takut rasa itu
Jadi di luar kendaliku

Maka,
Biarkan aku sejenak
Menderas…
Mengadu…
Dalam sujud panjangku.

Label: