<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273</id><updated>2012-02-16T15:44:06.133-08:00</updated><category term='Cerpen'/><category term='Artikel Motivasi'/><category term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Inspiring Me!</title><subtitle type='html'>Sebuah tulisan yang memotivasi dan menginspirasi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-198795580506739422</id><published>2008-08-21T21:24:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T21:31:43.271-07:00</updated><title type='text'>Selamat Lulus Ya...!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Wah….Akhirnya Biologi Unair angkatan 2004 lulus juga….…&lt;br /&gt;Selamat ya teman-teman….dua bulan lagi aku akan menyusul kalian !&lt;br /&gt;InsyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak terasa, sudah empat tahun  kebersamaan ini kita lalui. Ada banyak kegembiraan, kesedihan, empati, perhatian, persahabatan, dan persaudaraan. Aku sayang kalian sejak pertama kali kita dikukuhkan di sungai itu. Kenangan itu akan selalu ada dalam memoriku, dan kuharap kenangan itu akan tetap ada sekalipun kelak usia ini sudah mulai menua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari kita meniti hari esok dengan semangat dan penuh keyakinan. Mari kita saling menopang sekalipun jarak dan waktu memisahkan kita. Walaupun nantinya kita akan jarang bertemu muka dan bertegur sapa, semoga do’a akan selalu terucap dari bibir kita untuk saudara-saudara kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku selalu belajar dari keramahan kalian, dari perhatian kalian, dari tawa dan canda kalian, juga dari kesedihan kalian. Kita akan selalu saling memiliki, saudaraku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalian tahu? Ternyata kalian telah mencuri hatiku.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-198795580506739422?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/198795580506739422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=198795580506739422&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/198795580506739422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/198795580506739422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/08/selamat-lulus-ya.html' title='Selamat Lulus Ya...!'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-2930326429137664904</id><published>2008-08-12T00:21:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T01:23:46.666-07:00</updated><title type='text'>Kurang Berapa Sisa Umurku?</title><content type='html'>Hari ini adalah hari dimana 23 tahun yang lalu aku dilahirkan. Tidak terasa sudah sekian tahun kuhabiskan hidupku di dunia ini. Misalkan Allah memberikan aku kesempatan hingga umur 63 tahun, berarti sisa hidupku tinggal 40 tahun lagi. Kalau begitu, waktuku hanya 40 tahun untuk berkontribusi di dunia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang aku akan membangun pondasi untuk meraih mimpiku! Aku yakin, bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja sukses dan keberanian untuk percaya pada diriku sendiri juga akan membawaku ke gerbang kesuksessan. Yang harus aku lakukan sekarang adalah berpikir positif dan living my dream...&lt;br /&gt;Karena kegigihan adalah kekuatan yang tidak kelihatan...yang bisa menyingkirkan rintangan-rintangan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdo'a semoga diriku bertambah dewasa dalam menghadapi masalah. Semoga diriku semakin dekat dengan-Nya. Semoga diriku memiliki kesabaran dan rasa syukur atas hidup ini. Semoga diriku memiliki cukup banyak semangat untuk tidak mengeluh dan putus asa. Semoga diriku bahagia...amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-2930326429137664904?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/2930326429137664904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=2930326429137664904&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/2930326429137664904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/2930326429137664904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/08/kurang-berapa-sisa-umurku.html' title='Kurang Berapa Sisa Umurku?'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-876463012169983832</id><published>2008-08-05T20:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T00:21:15.969-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Do Your Best and Let God Take Care of the Rest</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;Waktu ngenet, saya temukan kalimat yang menjadi judul di atas. Membacanya membuat saya tersentak. Saya sering membaca artikel atau buku-buku motivasi dan manajemen, tapi tetap saja tidak ada perkembangan yang signifikan dalam diri saya. Saya mulai berpikir, apa yang salah dengan diri saya?. Kebanyakan artikel dan buku-buku yang saya baca memaparkan tentang berpikir besar, berpikir positif, dan berpikir kreatif. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="SV"&gt;Semuanya tentang berpikir. Kemudian, saya menemukan dan mencoba memaknai kalimat di atas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;Dan otak saya pun berkata, ”Aha!”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;" lang="FI"&gt;Seharusnya saya melakukan yang terbaik dari apa yang saya bisa. Selama ini, saya terfokus pada apa yang tidak saya bisa. Saya memikirkan bagaimana saya melakukan sesuatu yang tidak bisa saya lakukan, padahal ada begitu banyak hal yang bisa saya lakukan saat ini. Berpikir besar, berpikir positif, dan berpikir kreatif memang memiliki kekuatan besar untuk mengendalikan tindakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Verdana;"&gt;Akan tetapi, tindakanlah yang menentukan prestasi yang kita raih. Seperti kata &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Oprah&lt;/st1:GivenName&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Winfrey&lt;/st1:Sn&gt;&lt;/st2:PersonName&gt;, Whatever your goal you can get there if you are willing to work. So, let’s do the best and let God take care of the rest. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-876463012169983832?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/876463012169983832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=876463012169983832&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/876463012169983832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/876463012169983832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/08/do-your-best-and-let-god-take-care-of.html' title='Do Your Best and Let God Take Care of the Rest'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-7144929862634039405</id><published>2008-06-08T23:23:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:00:46.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Bertumbuh di Masa Sulit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masa sulit bukanlah akhir cerita. Ini hanyalah suatu episode dari alur cerita. jika kita tidak mengingat hal ini, kita hanya membuka diri terhadap kekecewaan dan keputusasaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semua orang besar telah melewati masa-masa sulit. Mungkin mereka hidup di masa perang atau pada masa depresi keuangan, atau krisis pribadi yang membuat kehidupan mereka kelihatannya pada saat itu tidak ada yang menyenangkan. Ketika kita melihat kehidupan orang-orang ini secara keseluruhan, kita akan dapat melihat siklusnya, antara naik dan turun, keberhasilan dan kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sesuatu menimpa kehidupan pribadi kita, sangatlah mudah untuk kehilangan pandangan akan adanya siklus dari segala sesuatu. Masa-masa sulit menjadikan kita dengan mudah melupakan hal-hal tertentu. Khususnya jika kita menghadapi kesulitan yang menumpuk, masalah kuliah dengan masalah keuangan, masalah pasangan dengan pekerjaan, atau masalah kesehatan yang disertai dengan masalah keuangan. Kita cenderung untuk melupakan bahwa kita telah pernah melewati masa-masa sulit sebelumnya. Kita selalu dapat melewatinya, dan kadang-kadang kita yang menjadi pemenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang menghadapi masa-masa sulit, terima hal itu sebisa mungkin dengan memahaminya sebagai bagian dari siklus hidup yang ada, bagian dari sesuatu yang lebih besar. Mencari dukungan yang kita butuhkan saat mengalami masa sulit. Bertindak sesuai kemampuan untuk menjalaninya. Berdo'a kepada Allah agar diberi ketabahan dan semangat untuk terus maju. Dan kita pun dapat memandang awan gelap sebagai semburat keperakan, bahkan jika lembaran keperakan itu hanya terlihat setipis garis saja. Untuk segala perubahan yang mengganggu kita memiliki, ingat bahwa perubahan memang akan selalu ada, dan memiliki harapan adalah sikap yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah berusaha. Karena yang menunjukkan siapa diri kita bukanlah kemampuan kita, akan tetapi yang menunjukkan siapa diri kita adalah &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;pilihan kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-7144929862634039405?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/7144929862634039405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=7144929862634039405&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/7144929862634039405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/7144929862634039405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/bertumbuh-di-masa-sulit.html' title='Bertumbuh di Masa Sulit'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-5564909039581339103</id><published>2008-06-08T21:59:00.001-07:00</published><updated>2008-06-10T23:00:46.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Lewati Gunung Hambatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jika menginginkan kehidupan yang bahagia atau tengah mencari sepercik harapan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali gunung hambatan yang menghalangi jalan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang membatasi diri kita dari kehidupan yang bahagia adalah gunung hambatan kita sendiri. Gunung hambatan adalah segala aspek yang menakutkan, mengecilkan hati dan menyesakkan. Ini bukanlah tantangan biasa. Hambatan ini adalah kesulitan yang sepertinya menghadang dan menghalangi apa pun yang ingin kita lakukan. Namun jika dapat dipecahkan, kita akan bebas untuk menjadi apa pun yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung hambatan bisa timbul dari suatu ketergantungan. Ketergantungan itu bisa jadi milik kita sendiri, milik orang yang kita cintai, atau timbul karena kita kekurangan uang dan terjepit masalah utang yang berkepanjangan. Bisa juga karena tidak mampu mendapatkan pendidikan yang kita inginkan, karena tidak dapat menikahi pria atau wanita yang kita dambakan, atau karena masalah orang tua yang diambang perceraian. Apa pun masalah yang ada dapat menjadi gunung hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi yang menarik dari "gunung-gunung" ini adalah sifatnya yang subjektif. Dalam tantangan yang sama, seseorang bisa berhasil dan berkembang lebih pesat, sementara orang lain berada di tempat yang sama selama bertahun-tahun. Orang yang mencapai puncak tertentu, dapat saja dikalahkan oleh orang lain yang kelihatannya memiliki kemampuan setengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencari hidup bahagia atau mempunyai sederet harapan, yang harus kita lakukan pertama adalah mengenali gunung yang paling menghalangi perjalanan. Lalu, biarkan saja gunung itu berada di situ - tinggi, tegar, dan tak terkalahkan. Kita harus rela menyerahkan kekuatan pada Allah SWT untuk menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti kita hanya tinggal tidur dan menunggu. Tetapi tugas penting kita pada titik ini adalah melakukan apa yang perlu untuk menjaga hidup tetap pada jalurnya, meskipun pada kenyataannya ada gunung di hadapan kita. Itulah yang disebut bertawakkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada saat menjalani kehidupan kita, berusaha sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan kita. Niscaya, gunung penghalang tersebut akan mulai menghilang. Karena Allah tidak akan membebankan sesuatu kepada hamba-Nya melainkan sesuai dengan kesanggupannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-5564909039581339103?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/5564909039581339103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=5564909039581339103&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5564909039581339103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5564909039581339103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/lewati-gunung-hambatan.html' title='Lewati Gunung Hambatan'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-3806881678457459341</id><published>2008-06-05T01:07:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:00:46.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Kekuatan Harapan</title><content type='html'>Seberapa besar harapan mempengaruhi hidup kita? Jawabannya, sangat besar!&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, dengan harapan kita jadi punya semangat untuk maju. Dengan harapan kita jadi punya kesempatan untuk berbuat lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pengalaman saya pribadi tentang bagaimana sebuah harapan memberikan saya kesempatan kedua. Karena harapan adalah sebuah do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Februari tahun lalu, saya sudah hampir putus asa mencari pinjaman uang untuk registrasi semester baru. Pada saat itu, kondisi keuangan keluarga sedang dalam kondisi yang tidak baik. Beasiswa yang saya andalkan untuk pembayaran registrasi setiap semester pun, tidak lagi dapat saya andalkan dikarenakan datangnya memang sering tidak tepat waktu. Saya sudah berusaha meminta penundaan pembayaran ke rektorat bagian kemahasiswaan, tetapi lagi-lagi saya harus kecewa karena formulirnya sudah habis.  Dan parahnya hari itu adalah hari minus satu batas akhir registrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti itu, saya berharap akan ada keajaiban. Kalau memang saya harus berhenti kuliah saat ini, saya tidak akan terlalu kecewa karena saya sudah sampai sejauh ini. Namun, dalam hati kecil saya berharap bahwa hal ini tidak perlu terjadi. Bahwa saya masih dapat melanjutkan menggapai impian saya. Saya hanya berharap dan berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat saya sedang berpikir dan berharap, tiba-tiba saja telepon kos berdering pada tanggal 14 Februari 2007 pukul 08.45 WIB. Seorang ketua departemen Badan Eksekutif Mahasiswa yang dulu pernah menjadi kakak kos saya, memberi tahu bahwa saya harus hadir di Rektorat bagian kemahasiswaan untuk mengambil beasiswa registrasi pukul 09.00 WIB. Saya kaget, campur bahagia, campur terharu dan sempat meneteskan air mata saking gembiranya. Saya hanya punya waktu 15 menit untuk bersia-siap dan menuju kampus. Saat itu, saya merasakan aliran semangat dan motivasi yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas registrasi, saya baru sadar bahwa saya tidak pernah mengajukan beasiswa tersebut. Lalu bagaimana mungkin nama saya bisa tercantum dalam daftar penerima beasiswa?&lt;br /&gt;Setelah lama berpikir, saya teringat beberapa hari yang lalu seorang teman bertanya, apakah saya sudah registrasi. Teman saya itu terus saja mengulang pertanyaan yang sama setiap ada kesempatan.  Ternyata, teman saya itulah yang menceritakan masalah saya pada presiden BEM saat itu untuk segera ditindak lanjuti. Begitulah yang terjadi. Dengan kekuatan harapan, saya mendapatkan keajaiban dari sebuah persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, saya tahu kalau saya berharap banyak, maka saya akan mendapat lebih. Tidak menyerah pada situasi hidup yang sedang dijalani adalah kuncinya. Karena hanya orang lemah saja yang berputus asa. Karena selalu ada kesempatan bagi yang mau berharap. Itulah kekuatan harapan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks buat sahabatku, Wina. May Allah always bless you, sist.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-3806881678457459341?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/3806881678457459341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=3806881678457459341&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/3806881678457459341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/3806881678457459341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/kekuatan-harapan.html' title='Kekuatan Harapan'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-3376024896898530017</id><published>2008-06-04T21:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:00:46.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>5 Cara Bagaimana Mengubah Kekalahan Menjadi Kemenangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;KEBERHASILAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ditentukan oleh besarnya otak seseorang, melainkan oleh besarnya cara berpikir seseorang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Percayalah, benar-benar percaya bahwa kita dapat berhasil, maka kita pun akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan didapatkan pada sikap orang terhadap kemunduran, cacat, keputusasaan, dan situasi lain yang mengecewakan.&lt;br /&gt;Lima pedoman untuk membantu kita mengubah kekalahan menjadi kemenangan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pelajari kemunduran untuk melicinkan jalan menuju keberhasilan&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita kalah, belajarlah dan kemudian lanjutkan untuk menang pada kesempatan berikutnya. Katakan kepada diri kita sendiri, "Pasti ada jalan." Semua pikiran bersifat magnetis. Segera setelah kita mengatakan kepada diri kita sendiri, "Saya kalah. Tidak ada jalan untuk menaklukan masalah ini," pikiran negatif pun tertarik, dan masing-masing pikiran negatif ini membantu meyakinkan diri kita bahwa kita benar, bahwa kita sudah kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, percayalah, "Pasti ada jalan untuk memecahkan masalah ini," dan pikiran positif pun menyerbu masuk ke dalam benak kita untuk membantu kita mencari pemecahan.&lt;br /&gt;Yang penting adalah percaya "pasti ada jalan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Miliki keberanian untuk menjadi kritikus diri sendiri yang konstruktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selidikilah kesalahan dan kelemahan kita dan kemudian perbaiki. Inilah yang membuat kita sukses. Ketahuilah, tidak ada manusia yang steril dari dosa dan kesalahan, tetapi inti terbaik menjadi manusia adalah bagaimana memperbaiki suatu kesalahan agar tidak melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Berhenti menyalahkan nasib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa setiap kemunduran yang terjadi. Cari tahu apa yang berjalan keliru. Jangan melarikan diri dari kekurangan. Menyalahkan nasib tidak pernah membawa orang menuju tempat yang ia tuju. Sebaliknya, pandang kesalahan kita sebagai "Inilah salah satu cara lain untuk menjadikan saya pemenang yang lebih besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elbert Hubbart yang seorang tokoh besar pernah mengatakan, "Orang gagal adalah orang yang berbuat kesalahan besar, tetapi tidak dapat memanfaatkan kesalahan tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Gabungkan ketekunan dengan eksperimen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap dengan cita-cita kita, tetapi jangan benturkan kepala kita  ke dinding batu. Coba pendekatan baru dan bereksperimenlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edison dihargai karena merupakan ilmuwan yang paling tekun di dunia. Dilaporkan bahwa ia menjalankan ribuan eksperimen sebelum ia berhasil menciptakan bola lampu. Tetapi perhatikan: Edison menjalankan eksperimen. Ia bertekun di dalam tujuannya untuk mengembangkan bola lampu. Akan tetapi, ia membuat ketekunan memberikan hasil dengan menggabungkannya dengan eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan saja bukanlah jaminan kemenangan. Akan tetapi, ketekunan yang digabungkan dengan eksperimen benar-benar menjamin keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Ingat, ada sisi baik dalam setiap situasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari sisi baik itu. Lihat sisi yang baik dan tolak rasa frustasi. Ingat juga bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Hanya saja, tidak semua orang dapat melihat kemudahan itu. Itulah yang disebut hikmah. Semua proses kemunduran, kejatuhan dan kekalahan hanya sebuah proses yang harus dilalui untuk mencapai sebuah kemenangan dan keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-3376024896898530017?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/3376024896898530017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=3376024896898530017&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/3376024896898530017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/3376024896898530017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/5-cara-bagaimana-mengubah-kekalahan.html' title='5 Cara Bagaimana Mengubah Kekalahan Menjadi Kemenangan'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-5752524576892187398</id><published>2008-06-03T23:47:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:00:46.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>The Power of Forgiveness</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sudahkah anda memaafkan orang lain hari ini? Sebagai seorang manusia yang selalu berinteraksi dengan manusia yang lain, kita pasti pernah merasakan sakit hati bukan? Akan tetapi, kalau benar-benar dirasakan siapa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebenarnya yang lebih merugi, orang yang pendendam atau yang mudah memaafkan? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memaafkan adalah atribut orang yang kuat, hanya orang lemahlah yang tidak dapat memaafkan. Masih teringat sebuah lagu yang liriknya sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;Setiap manusia di dunia pasti pernah sakit hati, tapi hanya yang berjiwa ksatria yang mau memaafkan.....&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Yup! Hanya seorang ksatria yang bisa memaafkan. Tidak mudah memang menepis dendam, apalagi rasa sakit yang kita rasakan masih fresh. Tapi ternyata, membenci dan mendendam kepada orang lain adalah sama seperti kita minum racun setiap hari tetapi berharap orang lain yang mati, kata Oprah Winfrey, presenter terkenal di dunia itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dendam memang tidak mudah untuk dihilangkan, tapi bukan berarti tidak bisa. Yang perlu kita lakukan hanyalah membuka diri, lepaskan emosi dan mulailah memaafkan. Begitu pentingnya memaafkan sampai-sampai untuk hal yang satu ini termaktub secara jelas dalam kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;"Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf..." (QS. Al A'raf:199)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaafkan bukan hanya tentang memaafkan orang lain. Memaafkan juga berarti memaafkan diri sendiri. Memaafkan adalah tentang pembebasan diri dari beban yang bernama dendam. Dengan memaafkan hidup akan terasa lebih ringan dan indah untuk dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu saudaraku, mari kita rasakan kekuatan memaafkan dalam mempengaruhi hidup kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-5752524576892187398?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/5752524576892187398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=5752524576892187398&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5752524576892187398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5752524576892187398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/power-of-forgiveness.html' title='The Power of Forgiveness'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-4505462766813693878</id><published>2008-06-02T22:07:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T23:45:35.821-07:00</updated><title type='text'>Cahaya di atas cahaya</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”&lt;br /&gt;(An-Nur : 35)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-4505462766813693878?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/4505462766813693878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=4505462766813693878&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/4505462766813693878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/4505462766813693878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/cahaya-di-atas-cahaya.html' title='Cahaya di atas cahaya'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-5520782603472557546</id><published>2008-06-02T22:05:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Teruslah Bersinar</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Mentari di pelupuk senja&lt;br /&gt;tenggelam dalam samudera merah saga&lt;br /&gt;ku terdiam di persimpangan malam&lt;br /&gt;meresapi makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya bulan menusukku&lt;br /&gt;membuat lubang besar dalam jiwaku&lt;br /&gt;ku tertatih menggapai rasa&lt;br /&gt;kenapa jiwa ini bukan milikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jutaan bintang memamerkan kerlipnya&lt;br /&gt;seolah mengirimkan pesan lewat rengkuhan angin&lt;br /&gt;jangan meredup...&lt;br /&gt;teruslah bersinar....&lt;br /&gt;karena sinarmu menambah terangnya alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labkom, 18 juni 2007, 15.15 wib&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-5520782603472557546?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/5520782603472557546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=5520782603472557546&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5520782603472557546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5520782603472557546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/teruslah-bersinar.html' title='Teruslah Bersinar'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-4757248934740237187</id><published>2008-06-02T22:03:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:52:59.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Terima kasih</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bapak...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah menikahi ibu hingga dari rahimnya lahirlah aku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah mendidikku seperti laki2 hingga ku bisa jadi cewek yang kuat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;berkat obsesimu punya anak cowok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ku jadi tergerak untuk membuktikan padamu bahwa ku bisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;aku bukan cewek lemah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah mengijinkanku numpang dalam rahimmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;menyerap oksigen dari paru2mu, menyerap makanan dari tubuhmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah tersenyum padahal berat membawaku dalam perutmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bapak...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah bercerai sama ibu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;hingga ku bisa mendapat pelajaran berharga tentang kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah menikah lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;hingga ku tahu apa yang harus kulakukan ketika ku nikah nanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah tidak menghubungiku selama ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;hingga ku jadi cewek tegar dan tabah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah mendukung cita-citaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;disaat semua orang meremehkanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah bersabar dalam menjalani hidupmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;hingga membuatku tidak terlalu sedih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;terima kasih telah melakukan segalanya untukku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;walaupun tak mungkin bagiku membalas segalanya, tapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;aku pasti akan membuatmu bangga telah melahirkanku ke dunia ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-4757248934740237187?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/4757248934740237187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=4757248934740237187&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/4757248934740237187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/4757248934740237187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/terima-kasih.html' title='Terima kasih'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-191474077772661329</id><published>2008-06-02T22:00:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:23:26.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Just For Think</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Neny...&lt;br /&gt;Selalu ingatkan dirimu tentang apa yang terpenting dalam hidup.&lt;br /&gt;Setiap pilihan yang kamu ambil pasti membawa akibat, bagi dirimu atau orang-orang di sekitarmu.&lt;br /&gt;Karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu, persiapkan dirimu apakah sudah siap dengan akibat yang akan kamu timbulkan dari apa yang kamu lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neny...&lt;br /&gt;Jangan pernah muntahi teman dengan keluhan.&lt;br /&gt;Ketika kamu merasa kacau karena hal-hal kecil, ketika kamu kesal pada diri sendiri, pada orang lain dan (bahkan) pada seluruh dunia..reaksi berlebihan yang kamu lakukan tidak hanya akan membuat kamu tertekan dan menderita, tapi juga akan merintangi dirimu dan usahamu untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.&lt;br /&gt;Kamu hanya akan membuat jengkel orang-orang di sekitarmu dan pasti kamu akan terlihat bodoh di mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neny...&lt;br /&gt;Jangan terlalu mempermasalahkan hal-hal kecil yang mengundang rasa emosi dan bete.&lt;br /&gt;Berhentilah sejenak dan kamu akan merasa nyaman dengan dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Percayalah, kamu akan lebih cepat pulih dan menjadi lebih yakin karena semuanya dapat diatasi.&lt;br /&gt;Lebih baik menunggu suasana hati berubah lebih baik sebelum bertemu dengan orang lain.&lt;br /&gt;Yakinkan dirimu bahwa kamu bisa merubah keadaan.&lt;br /&gt;Salah satu ujian terbeerat menjadi manusia adalah mampu mengharapkan kebahagiaan orang lain (bahkan) ketika kamu mungkin terluka.&lt;br /&gt;Kalau bisa melakukannya, kamu akan merasakan keajaiban kekuatan dirimu yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyumlah, Neny...&lt;br /&gt;Karena senyummu sungguh indah&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-191474077772661329?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/191474077772661329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=191474077772661329&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/191474077772661329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/191474077772661329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/just-for-think.html' title='Just For Think'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-7353646957997104933</id><published>2008-06-02T21:59:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:23:26.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Kangen nih...</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sensei...Neny kangen nih. Aku tahu selama ini sensei memang cerewet, tapi aku juga tahu kalo itu semua demi kebaikan Neny. So, thanks banget ya..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masih bisa kuingat perkataan sensei waktu itu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Neny, terus semangat ya... orang kuat bukannya orang yang tak pernah jatuh, tapi orang kuat adalah ketika dia jatuh, maka akan segera bangkit dan menghadapi dunia dengan senyuman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gadis tegar, jangan nangis lagi dong...entar air matamu habis lho... Mendingan kamu tersenyum dan berjalan dengan tegak. Hadapi masalahmu, karena menghadapi masalah belum tentu lebih sulit ketimbang mengkhawatirkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gapai impianmu! Hidup akan lebih bermakna jika kamu punya impian. karena impian adalah harapan dan harapan adalah motivasi. Dengan motivasi akan timbul keyakinan. Dan keyakinan akan mengantarkanmu pada impianmu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sensei benar. Aku akan terus berusaha dan tidak putus asa. Karena sekarang aku tahu bahwa kesuksesan tidak dicapai dengan mudah. harus ada tawa, tangis dan bahkan kegagalan. Baru kemudian kesuksesan itu akan lebih bermakna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-7353646957997104933?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/7353646957997104933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=7353646957997104933&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/7353646957997104933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/7353646957997104933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/kangen-nih.html' title='Kangen nih...'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-6690276854192248287</id><published>2008-06-02T21:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:23:26.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Pemahaman yang Benar adalah Kunci dari Pembebasan</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pendidikan adalah kemampuan untuk menemukan hubungan tersembunyi antara berbagai fenomena” (Vaciav Havel, dalam ‘The Hidden Connections’, Frtjop Capra).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Memahami semua ini, maka kita tahu betapa tak terhitungnya dunia kita muncul dan hilang, tercipta dan hancur. Semua fenomena harus melewati proses kelahiran dan mati yang tak henti-hentinya karena hidup dan mati tiada lain hanyalah sekedar tampak luar dan bukan realitas yang sesungguhnya seperti halnya jutaan buih ombak di samudera yang naik-turun di permukaan laut, sementara laut itu sendiri mengatasi lahir dan mati. Kalau buih ombak menyadari hal itu, bahwa dirinya tiada lain adalah air, maka ia akan mengatasi kelahiran dan kematian dan sampai pada kedamaian batin yang sesungguhnya dan bisa mengatasi ketakutan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Bukankah semua ini justru yang dimaksud dengan Hukum Kekekalan Energi dam ilmu fisika, yaitu : energi tidak pernah statis dan musnah tapi terus berubah dalam bentuknya saja. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Ketidakfahaman mengenai hal inilah yang membuat hidup seseorang merasa menderita karena tidak memahami dirinya mempunyai landasan yang sama dengan semua hal. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Ketidaktahuan inilah kemudian yang menyebabkan munculnya rasa duka yang berlimpah-ruah. Kekeliruan, kesengsaraan, keserakahan, keangkaramurkaan, keraguan, kedengkian, kecemasan, semuanya berakar pada ketidaktahuan ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Pengertian mengenai kekal, tidak lagi akan ditafsirkan sebagai hidup yang sekarang ini adalah fana dan di akhirat nantilah yang kekal abadi, melainkan adalah “bila masa lalu dan masa depan bertemu dalam kekinian hidup (here and now) sebagai sesuatu yang indah dan suci untuk dijalani. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Kalau kita mulai belajar menenangkan pikiran supaya bisa melihat masalah lebih mendalam, maka kita akan dapat sampai pada pemahaman yang penuh yang akan memecahkan penderitaan dan kecemasan sehingga muncul rasa penerimaan dan cinta. Karena antara cinta dan pemahaman adalah sama hakekatnya. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Setiap orang adalah merupakan hasil dari kondisi fisik, emosi dan sosial yang dialami. Kalau kita memahami hal ini, maka kita tak akan membenci siapa pun, meski ia telah berbuat sesuatu yang tidak baik. Tapi kita akan berusaha selalu membantu/memfasilitasi terjadinya transformasi kondisi fisik, emosional dan keadaan sosialnya untuk lebih memahami sehingga bisa mengembangkan dirinya menjadi manusia yang lebih baik lagi. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Pemahaman ini akan memunculkan rasa kasihan, cinta kasih yang akhirnya akan memunculkan aksi yang betul. Supaya kita bisa mendapatkan pemahaman yang terang, utamanya kita perlu hidup dengan perhatian yang penuh, melakukan kontak langsung dengan hidup pada saat ini, sungguh melihat apa yang sedang terjadi di dalam dan di luar dirinya. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Hidup ini hanya akan diterangi oleh pemahaman yang benar, pikiran yang benar, tutur kata yang benar, perbuatan yang benar, hidup yang benar, usaha yang benar, perhatian yang benar, konsentrasi yang benar. Itu berarti kita menghayati hidup momen demi momen sebagai the walking meditation! &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;Hidup dalam kesadaran berarti hidup pada saat ini. Seseorang sadar pada apa yang sedang terjadi dalam dirinya maupun di lingkungannya. Ia berada dalam kontak langsung dengan kehidupan. Bila ia melakukan hal itu secara berkelanjutan, maka pehamaman akan diri dan sekitarnya menjadi semakin dalam yang pada gilirannya akan melahirkan sikap toleran dan cinta. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Bila semua manusia memahami satu sama lain, maka mereka akan saling menerima dan mencintai. Sehingga karenanya tidak akan ada demikian banyak kesengsaraan di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-6690276854192248287?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/6690276854192248287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=6690276854192248287&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/6690276854192248287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/6690276854192248287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/pemahaman-yang-benar-adalah-kunci-dari.html' title='Pemahaman yang Benar adalah Kunci dari Pembebasan'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-7032751094339521731</id><published>2008-06-02T21:53:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:23:26.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Keberanian Mengada</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;Sebagai kata kerja, mengada berarti secara aktif hadir pada saat sekarang dan bersentuhan secra utuh dengan apa yang ada disini, saat ini (living in the present moment). Setiap saat kita mengalami sesuatu, maka salah satu dari dua hal akan muncul, yaitu : Kita mengada bersamanya atau menolaknya. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;Mengada bersamanya berarti kita mencemplungkan diri ke dalam pengalaman itu, mengalaminya. Bila kita memilih untuk hadir mengada bersama sesuatu saat sekarang, maka di dalam diri kita akan muncul kekuatan batin murni yang menumbuhkan kreativitas. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;Namun cukup menggelikan bahwasanya kita jarang sekali membiarkan diri kita mengada dan mengalami kekinian hidup. Hampir selalu kita menolaknya, mencoba memanipulsinya atau berharap bukan itu yang terjadi. Sedari kanak-kanak, kita sejak dini telah belajar untuk menolak pengalaman yang dirasa tidak menyenangkan; karena masih sangat peka dan polos, kita begitu saja berpaling dari hal-hal yang menimbulkan perasaan tidak senang. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;Ini berarti secara lami kita telah belajar menutup diri. Di saat kita bereaksi menolak, berpaling atau lari dari aspek yang tidak menyenagkan dalam pengalaman kita, sesungguhnya kita sedang berhenti mengada, artinya : kita kehilangan landasan, pijakan dan persis sama seperti ketika kita terpeleset dan terlempar dari keberadaan saat sekarang (kekinian).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;Ketika kita bereaksi menolak sesuatu yang sedang kita alami, misalnya dengan marah, maka seakan-akan kita sedang membuat suatu lubang atau “kematian sesaat” dalam hidup kita. Saat kemarahan itu muncul terhadap diri sendiri atau orang lain, kita seolah-olah mati dan pada saat yang sama menjadi manusia yang tidak utuh lagi !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;Tidaklah mengherankan jika kita lalu keluar dan berjalan tak tentu arah untuk melarikan diri dari kenyataan dan mencari hiburan di luar, tenggelam dalam obat tidur, ecstacy dan alkohol, lalu dengan putus asa berusaha menjadi sesuatu yang bukan jati diri kita sendiri, hidup dalam fantasi masa depan yang bahagia. Semua bentuk pelarian itu adalah cara-cara untuk mencoba mengisi kekosongan yang terjadi saat kita menolak untuk menjadi diri sendiri. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;Kita cenderung berfantasi memikirkan hal-hal yang baik saja dan menolak atau melarikan diri dari hidup kita. Dan kita sering terlupa bahwa kita tidak sendiri di dunia ini. Ada Allah yang selalu bisa dijadikan sandaran. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; color: black;"&gt;Saya mencari musim semi dimana-mana Tetapi musim semi tidak dapat ditemukan dimanapun. Diatas gunung, saya hanya melihat sepatu saya yang robek, Saya kembali dan secara kebetulan tersenyum melihat bunga plum berkembang Lalu saya pun tau musim seni adalah disini, berada diantara cabang pepohonan (Ditulis di zaman Dinasti Tang, 600 tahun sesudah Masehi) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt; font-family: verdana; color: black;"&gt;Wallahu A'lam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-7032751094339521731?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/7032751094339521731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=7032751094339521731&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/7032751094339521731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/7032751094339521731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/keberanian-mengada.html' title='Keberanian Mengada'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-2569671061400917954</id><published>2008-06-02T21:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:23:26.643-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>7 KIAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL (EQ)</title><content type='html'>&lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Emosi adalah hal yang begitu saja terjadi dalam hidup Anda. Anda menganggap bahwa perasaan marah, takut, sedih, senang, benci, cinta, antusias, bosan, dan sebagainya adalah akibat dari atau hanya sekedar respon Anda terhadap berbagai peristiwa yang terjadi pada Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membahas soal emosi maka sangat erat kaitannya dengan kecerdasan emosi itu sendiri, dimana merupakan kemampuan seseorang untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain) dan tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nah, agar kecerdasan emosional Anda terjaga dengan baik, berikut 7 keterampilan yang harus Anda perhatikan dan tak ada salahnya Anda coba:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;* Mengenali emosi diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan ini meliputi kemampuan Anda untuk mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, kesepian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;* Melepaskan emosi negatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan Anda untuk memahami dampak dari emosi negatif terhadap diri Anda. Sebagai contoh keinginan untuk memperbaiki situasi ataupun memenuhi target pekerjaan yang membuat Anda mudah marah ataupun frustasi seringkali justru merusak hubungan Anda dengan bawahan maupun atasan serta dapat menyebabkan stres. Jadi, selama Anda dikendalikan oleh emosi negatif Anda justru Anda tidak bisa mencapai potensi terbaik dari diri Anda. Solusinya, lepaskan emosi negatif melalui teknik pendayagunaan pikiran bawah sadar sehingga Anda maupun orang-orang di sekitar Anda tidak menerima dampak negatif dari emosi negatif yang muncul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;* Mengelola emosi diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda jangan pernah menganggap emosi negatif atau positif itu baik atau buruk. Emosi adalah sekedar sinyal bagi kita untuk melakukan tindakan untuk mengatasi penyebab munculnya perasaan itu. Jadi emosi adalah awal bukan hasil akhir dari kejadian atau peristiwa. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada beberapa langkah dalam mengelola emosi diri sendiri, yaitu: pertama adalah menghargai emosi dan menyadari dukungannya kepada Anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kedua berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita pernah berhasil menangani emosi ini sebelumnya. Ketiga adalah dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya. Kemampuan kita mengelola emosi adalah bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;* Memotivasi diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal yang sangat penting dalam kaitan untuk memberi perhatian, untuk memotivasi diri sendiri dan menguasai diri sendiri, dan untuk berkreasi. Kendali diri emosional--menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati--adalah landasan keberhasilan dalam berbagai bidang.&lt;br /&gt;Ketrampilan memotivasi diri memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang memiliki ketrampilan ini cenderung jauh lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;* Mengenali emosi orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengenali emosi orang lain berarti kita memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Penguasaan keterampilan ini membuat kita lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain. Inilah yang disebut sebagai komunikasi empatik. Berusaha mengerti terlebih dahulu sebelum dimengerti. Ketrampilan ini merupakan dasar dalam berhubungan dengan manusia secara efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;* Mengelola emosi orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika keterampilan mengenali emosi orang lain merupakan dasar dalam berhubungan antar pribadi, maka keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan pilar dalam membina hubungan dengan orang lain. Manusia adalah makhluk emosional. Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keterampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang dahsyat jika kita dapat mengoptimalkannya. Sehingga kita mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam dunia industri hubungan antar korporasi atau organisasi sebenarnya dibangun atas hubungan antar individu. Semakin tinggi kemampuan individu dalam organisasi untuk mengelola emosi orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;* Memotivasi orang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keterampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari keterampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerja sama tim yang tangguh dan andal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sesungguhnya ketujuh keterampilan ini merupakan langkah-langkah yang berurutan. Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri kalau Anda tidak dapat mengenali dan mengelola emosi diri sendiri. Setelah Anda memiliki kemampuan dalam memotivasi diri, barulah kita dapat memotivasi orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-left: 36pt;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mudah-mudahan kiat di atas dapat membantu Anda meningkatkan kecerdasan emosional Anda. Selamat mencoba!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-2569671061400917954?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/2569671061400917954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=2569671061400917954&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/2569671061400917954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/2569671061400917954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/7-kiat-meningkatkan-kecerdasan.html' title='7 KIAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL (EQ)'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-7143155632848345082</id><published>2008-06-02T00:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:23:26.643-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Berpikir Positif</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Saat menemukan artikel ini, saya berpikir sebaiknya orang lain juga tahu karena tidak semua orang selalu berpikir positif. Maka, ijinkanlah saya menyampaikannya. Semoga berguna...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt;Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/st1:GivenName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Ali&lt;/st1:Sn&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st2:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"&gt; mengatakan bahwa sang juara dihasilkan dari keinginan, impian, dan visi. Sementara, &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Dennis&lt;/st1:GivenName&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Waitley&lt;/st1:Sn&gt;&lt;/st2:PersonName&gt;, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan 'saya akan' dan 'saya bisa'. Ini adalah pekerjaan pikiran. Memang tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan kita jika pikiran kita sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan datang dari pikiran. Sementara semua orang memiliki pikiran, jadi semua orang bisa memiliki keinginan. Bahkan, memang semua orang punya keinginan, siapa yang tidak? Lalu mengapa tidak semua orang menjadi orang sukses? Tentu saja keinginan yang membawa kepada kesuksesan berbeda dengan keinginan biasa. Keinginan yang membawa kepada sukses adalah keinginan yang sangat jelas dan keinginan yang memberikan dorongan yang besar untuk mencapainya. Bukan sekedar keinginan yang bila tercapai tidak membawa dampak, begitu juga jika&lt;br /&gt;tidak. Bukan juga keinginan yang samar, seperti "saya ingin bahagia" dan "saya ingin kaya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya keinginan dan impian? Impian adalah bagian dari keinginan. Impian memiliki makna lebih khusus, impian digunakan untuk keinginan yang besar, keinginan yang menurut kebanyak orang sulit atau tidak mungkin dicapai. Sudahkah kita punya impian? Sementara visi adalah gambaran dari impian tersebut dimana impian tersebut seakan-akan sudah kita capai. Visi adalah gambaran kita masa depan, saat semua keinginan kita tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran positif, yang salah satunya memiliki visi hidup yang jelas baik dunia maupun akhirat insya Allah akan membawa kita kepada keberhasilan. Pikiran positif lainnya ialah selalu berkata 'saya bisa' dan 'saya akan'. Meskipun secara islami akan lebih baik jika di tambah dengan kata insya Allah. Kata-kata 'saya akan' dan 'saya bisa' adalah refleksi dari pikiran positif yang tidak menyerah pada keadaan, apapun keadaan yang dilaluinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-7143155632848345082?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/7143155632848345082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=7143155632848345082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/7143155632848345082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/7143155632848345082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/06/berpikir-positif.html' title='Berpikir Positif'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-1920053903686755608</id><published>2008-05-30T20:25:00.002-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Berhenti sejenak</title><content type='html'>Pagi ini...&lt;br /&gt;Aku mengingatkan diriku untuk tersenyum&lt;br /&gt;Tersenyum dari hatiku&lt;br /&gt;Dan menyebar ke seluruh sel dan jaringan dalam tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini...&lt;br /&gt;Aku mengingatkan diriku untuk melepaskan emosiku&lt;br /&gt;Dan membiarkannya sejenak&lt;br /&gt;Hingga ku siap menghadapi dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin merasakan keheningan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah setiap detakan jantungku...&lt;br /&gt;Biarlah setiap aliran darahku...&lt;br /&gt;Biarlah setiap hembusan nafasku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuatku merasakan tubuhku&lt;br /&gt;Dan setiap pengorbanan sel-sel dalam metabolisme hidupku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-1920053903686755608?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/1920053903686755608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=1920053903686755608&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/1920053903686755608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/1920053903686755608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/berhenti-sejenak.html' title='Berhenti sejenak'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-2292428303684340574</id><published>2008-05-30T20:25:00.001-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Aku menantimu</title><content type='html'>Kakak...&lt;br /&gt;Sekarang kau ada di mana?&lt;br /&gt;Apa yang sedang kau lakukan sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak...&lt;br /&gt;Cepatlah kau hadir dalam hidupku&lt;br /&gt;Dan, kalaupun kau sudah hadir&lt;br /&gt;Berilah tanda...&lt;br /&gt;Agar aku tahu kalau kau ada di sini&lt;br /&gt;Bersamaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak...&lt;br /&gt;Kenapa air mata ini terus saja mengalir?&lt;br /&gt;Aku tidak ingin terus menangis&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;Air mata ini tidak mematuhiku rupanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak...&lt;br /&gt;Aku butuh dukunganmu dalam menjalani hidupku&lt;br /&gt;Cepatlah datang kakak...&lt;br /&gt;Aku menantimu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-2292428303684340574?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/2292428303684340574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=2292428303684340574&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/2292428303684340574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/2292428303684340574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/aku-menantimu.html' title='Aku menantimu'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-9211577191020273203</id><published>2008-05-30T20:24:00.003-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Pasrahku</title><content type='html'>Diantara denting jarum jam yang bergayutan&lt;br /&gt;Diantara tetesan peluh yang membasahi mukaku&lt;br /&gt;Aku berkutat dengan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki berbaju putih itu berkata&lt;br /&gt;” Maaf, Anda positif kanker stadium empat. Sayang sekali, tidak ada stadium lima. Dan umur anda tinggal tiga bulan lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak saja memprediksi umur manusia&lt;br /&gt;Memangnya siapa dia?&lt;br /&gt;Dia bukan Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan menyerah begitu saja&lt;br /&gt;Hanya karena ku tahu sisa waktuku&lt;br /&gt;Bukankah semua orang akan mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak lemah!&lt;br /&gt;Tapi airmata ini...&lt;br /&gt;Tak mematuhiku rupanya&lt;br /&gt;Ia terus saja mengalir tanpa bisa kukendalikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakiku gontai&lt;br /&gt;Sayup-sayup kudengar suara-suara penyeru-Mu&lt;br /&gt;Entah kenapa kali ini terdengar indah&lt;br /&gt;Terus menggetarkan gendang telingaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Robb..&lt;br /&gt;Inikah saatnya..&lt;br /&gt;Biarkan aku mengambil wudhu terakhirku&lt;br /&gt;Biarkan aku menegakkan sholat terakhirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pasrah&lt;br /&gt;Dalam tidurku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-9211577191020273203?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/9211577191020273203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=9211577191020273203&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/9211577191020273203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/9211577191020273203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/pasrahku.html' title='Pasrahku'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-3051558231034139152</id><published>2008-05-30T20:24:00.001-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.508-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Ah, kau lagi!</title><content type='html'>Sudah kubilang bukan?&lt;br /&gt;Jauhi aku!&lt;br /&gt;Kenapa kau tak menurut juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin kau ada&lt;br /&gt;Apalagi menjadi bagian tubuhku&lt;br /&gt;Aku tidak suka memilikimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tidak lihat pandangan mereka?&lt;br /&gt;Ketika mereka melihatku, mereka juga melihatmu&lt;br /&gt;Dan kurasa sebenarnya mereka tidak benar-benar melihatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata mereka malah lebih suka mengamatimu&lt;br /&gt;Lidah mereka malah lebih suka membicarakanmu&lt;br /&gt;Ketika mereka ada di sampingku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengar!&lt;br /&gt;Aku tidak suka kau ada di wajahku&lt;br /&gt;Kau menyakitiku!&lt;br /&gt;Menyakiti raga dan jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar jerawat!&lt;br /&gt;Ah, kau lagi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-3051558231034139152?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/3051558231034139152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=3051558231034139152&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/3051558231034139152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/3051558231034139152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/ah-kau-lagi.html' title='Ah, kau lagi!'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-1027153482132440879</id><published>2008-05-30T20:23:00.001-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Ya, Aku Istimewa</title><content type='html'>Aku adalah aku&lt;br /&gt;Aku istimewa karena keunikanku&lt;br /&gt;Tiada orang lain yang sepertiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun orang bilang aku bodoh&lt;br /&gt;Biarpun orang bilang aku jelek&lt;br /&gt;Biarpun orang bilang aku miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang orang bilang tentangku&lt;br /&gt;Aku tak peduli!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu kenapa?&lt;br /&gt;Ya, karena aku istimewa&lt;br /&gt;Aku memiliki jenis otak kedua&lt;br /&gt;Yang selalu memberiku semangat Untuk bangkit ketika ku jatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku istimewa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-1027153482132440879?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/1027153482132440879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=1027153482132440879&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/1027153482132440879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/1027153482132440879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/ya-aku-istimewa.html' title='Ya, Aku Istimewa'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-5418937050055741777</id><published>2008-05-30T20:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Merentas Makna</title><content type='html'>Aku berlari dan terus saja berlari&lt;br /&gt;Aku tak ingin berhenti&lt;br /&gt;Meskipun kakiku sudah tak kuat lagi&lt;br /&gt;Meskipun nafasku menderu menyisakan ngilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey, aku punya sayap!&lt;br /&gt;Saatnya aku terbang jauh.. jauh tinggi&lt;br /&gt;Meninggalkan segala kepahitan&lt;br /&gt;Membuang segala kejenuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah berlari jauh&lt;br /&gt;Aku juga sudah terbang tinggi&lt;br /&gt;Tapi ia terus saja ada dalam hidupku&lt;br /&gt;Kenapa kau tak pergi saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin makna!&lt;br /&gt;Aku hanya ingin rasa!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-5418937050055741777?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/5418937050055741777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=5418937050055741777&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5418937050055741777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5418937050055741777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/merentas-makna.html' title='Merentas Makna'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-3498245837679466197</id><published>2008-05-30T20:20:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.510-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Aku Mencintaimu, Ibu</title><content type='html'>Ibu...&lt;br /&gt;Kau adalah matahariku&lt;br /&gt;Yang menerangi dunia dengan cahayamu&lt;br /&gt;Yang menyinari bumi dengan kehangatanmu&lt;br /&gt;Karena itulah&lt;br /&gt;Aku mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;Kau adalah sumber mata airku&lt;br /&gt;Yang meredakan dahagaku dengan kebijaksanaanmu&lt;br /&gt;Yang menyejukkan jiwaku dengan ketulusanmu&lt;br /&gt;Karena itulah&lt;br /&gt;Aku mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;Kau adalah bumiku&lt;br /&gt;Yang menjadi tempatku berteduh&lt;br /&gt;Yang menjadi tempatku bertumbuh&lt;br /&gt;Karena itulah&lt;br /&gt;Aku mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu...&lt;br /&gt;Ada banyak alasan&lt;br /&gt;Kenapa aku mencintaimu&lt;br /&gt;Tapi anehnya,&lt;br /&gt;Tak butuh alasan bagimu&lt;br /&gt;Untuk mencintaiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-3498245837679466197?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/3498245837679466197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=3498245837679466197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/3498245837679466197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/3498245837679466197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/aku-mencintaimu-ibu.html' title='Aku Mencintaimu, Ibu'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-809771171890560607</id><published>2008-05-30T20:17:00.000-07:00</published><updated>2008-06-10T23:11:28.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi dan Sajak'/><title type='text'>Sudut Hatiku</title><content type='html'>Aku heran&lt;br /&gt;Ketika rasa itu&lt;br /&gt;Menyelusup di dada&lt;br /&gt;Aku tak tahu kapan&lt;br /&gt;Pertama kali aku sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tiba-tiba saja&lt;br /&gt;Sudah kudapati ia di sana&lt;br /&gt;Berada di lubuk terdalamku&lt;br /&gt;Seolah-olah,&lt;br /&gt;Ia adalah bagian darinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih heran&lt;br /&gt;Ketika rasa itu&lt;br /&gt;Menusuk indah&lt;br /&gt;Tepat di jantungku&lt;br /&gt;Membuatku bimbang&lt;br /&gt;Antara akal dan rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia&lt;br /&gt;Tapi,&lt;br /&gt;Di saat yang sama&lt;br /&gt;Aku takut&lt;br /&gt;Takut rasa itu&lt;br /&gt;Jadi di luar kendaliku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Biarkan aku sejenak&lt;br /&gt;Menderas…&lt;br /&gt;Mengadu…&lt;br /&gt;Dalam sujud panjangku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-809771171890560607?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/809771171890560607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=809771171890560607&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/809771171890560607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/809771171890560607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/sudut-hatiku.html' title='Sudut Hatiku'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-5851780467865562106</id><published>2008-05-29T21:53:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:21:15.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen: Perjalanan Mencari Makna (Ending)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Bagian 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri memandang jendela bus dengan tatapan kosong. Ia tidak bisa tidur. Padahal ia paling tidak bisa menahan kantuk jika sudah berada di dalam bus yang ditumpanginya. Ia terlonjak ketika ada yang menepuk pundaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        ”Kamu Eri, kan?” kata sosok perempuan berjilbab yang berdiri di sampingnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        ”Yah, seingat saya begitu,” sahut Eri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        ”Kamu ini &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt; berubah, ya, ” timpal perempuan berjilbab sambil duduk di bangku kosong di samping Eri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Perempuan berjilbab itu bernama Zida. Zida adalah teman sebangku Eri waktu SD. Namun, mereka harus berpisah setelah lulus SD karena orangtua Zida pindah ke Malang. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Dulu, Eri dan Zida bagaikan dua sisi dalam satu koin. Berlainan, tapi tak bisa dipisahkan. Kalau diibaratkan, Eri adalah perwujudan api yang penuh semangat membara dan Zida adalah perwujudan air yang mengalir tenang dan menyejukkan. Mereka sama-sama bekerja sama dalam dunia kejahilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Itu setelah Zida berteman akrab dengan Eri. Sebelumnya, Zida adalah gadis minder dan pemalu. Penampilannya feminim, bertolak belakang dengan Eri. Tapi, bukannya menjadi penghambat, justru perbedaan itulah yang membuat mereka lengkap. Eri sangat pandai dalam matematika dan ilmu eksak lainnya, tetapi sangat lemah kalau menghadapi pelajaran hafalan seperti sejarah. Bagi Eri sejarah itu membosankan. Sedangkan Zida sangat menyukai sejarah. Hal itu sering dimanfaatkan Eri yang sangat tidak suka menghafal tahun-tahun atau peristiwa-peristiwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri selalu cemberut jika disuruh Emak melakukan hal-hal berbau kewanitaan. Mencuci, menjahit, apalagi memasak. Tapi Eri akan sangat gembira kalau Emak menyuruhnya memanjat pohon kelapa atau memperbaiki genteng yang bocor, kalau Bapak sedang melaut. Sedangkan Zida, akan dengan senang hati membantu Eri menjahit kancingnya yang copot, atau mengerjakan tugas merajut dari guru kesenian. Dan sebagai balasannya, Eri akan menjadi pengawal dan pelindung Zida di sekolah. Sejak mereka berteman, tidak ada lagi anak laki-laki yang menggoda Zida. Kebanyakan mereka takut di&lt;i&gt;jotos &lt;/i&gt;Eri. Zida memang cantik sejak kecil. Kulitnya putih, rambutnya panjang dan halus. Banyak anak laki-laki yang menyukainya. Bahkan, ketika mereka sendiri belum mengerti arti cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Sekali lagi, itu dulu. Sekarang Zida tampak berbeda di mata Eri. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Lebih anggun dan ceria. Eri heran, kenapa rambut indah Zida harus ditutup dalam balutan kerudung. Zida tersenyum. Zida menangkap arti tatapan Eri yang kaget sekaligus keheranan melihat sosoknya yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        ”Kenapa? Heran melihat aku &lt;i&gt;tambah&lt;/i&gt; cantik?” canda Zida memecah kesunyian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri tersenyum, lalu membalas, ”Bukannya kamu yang heran melihat aku &lt;i&gt;jadi &lt;/i&gt;cantik?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;        Zida melihat rok yang dipakai Eri. Sebenarnya Emak yang membelikan. Jadi, terpaksa dipakainya. Mereka tertawa. Melanjutkan menanyakan kabar dan mengobrol mengenang masa lalu. Rupanya Zida ke Gresik, menengok buleknya yang baru melahirkan. Zida menangkap sesuatu dari mata Eri. Mata coklat itu tidak biasanya sendu. Selama ia mengenal Eri, ia hanya mendapati matanya bersinar bahagia atau berkilat nakal ketika akan berbuat jahil. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Tidak pernah Zida melihat mata Eri yang ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;        Zida memegang tangan Eri dan berkata, ”Ri, kamu ada masalah? &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Ada yang mau kau ceritakan?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri menggeleng. Tapi ia tahu kalau Zida tahu ia berbohong. Eri tak dapat lagi menahan air matanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;Zida memeluknya. Semua yang ia dengar dari Bapak ia ceritakan kembali pada Zida. Di akhir ceritanya dengan ragu-ragu Eri berkata, ”Zid, apakah aku ini anak haram? Apa yang harus aku lakukan, Zid? Apakah Allah akan memaafkan semua dosaku karena perbuatan orangtua kandungku?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;        Zida tetap mengenggam tangan Eri. Dengan tenang ia mengatakan, ”Ri, tidak ada yang namanya anak haram. Kamu tidak salah. Ibumu juga tidak. Karena ibumu adalah korban. Yang salah adalah ayahmu dan keluarga ibumu. Tapi, kita tidak akan membicarakan kesalahan mereka di sini.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Zida membenahi posisi duduknya tepat menghadap Eri, lalu melanjutkan, ”Dalam Surat Al Baqarah, ayat 286 Allah SWT berfirman: &lt;i&gt;"Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan&lt;/i&gt;." Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan, harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Kemudian dalam Surat Al Isra', ayat 15: "&lt;i&gt;Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain&lt;/i&gt;. Dalam Surat An Najm, ayat 38 dan 39: &lt;i&gt;"Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorangpun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri."&lt;/i&gt; Karena itu Ri, dalam Islam tidak ada yang namanya dosa warisan. Semua bayi terlahir suci. Seorang anak tidak akan menanggung dosa yang dibuat oleh kedua orang tuanya, begitu juga sebaliknya. Surat Luqman, ayat 33 menyebutkan: "&lt;i&gt;Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya&lt;/i&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;Ayat-ayat yang aku sebutkan tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya atau mengambil oper pahala orang lain. Jadi dalam Islam, tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau seorang pejabat menebus dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;Zida memandang Eri yang masih menyimpan keraguan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;“Tapi, Ri, ada yang bisa kamu lakukan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Eri bimbang, ”Apa itu, Zid?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;”Begini, seseorang memang tidak bisa memikul beban dosa orang lain, atau mentransfer pahala perbuatannya kepada orang lain. Tetapi, dalam sebuah hadist, yang InsyaAllah isinya, Telah putus amal ibadah seorang muslim kecuali disebabkan tiga perkara. Yaitu, ilmu yang bermanfaat, shodaqah jariyah, dan do’a dari anak yang sholeh atau sholehah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Karena itu, Ri. Kamu masih punya kesempatan untuk mengirim do’a pada ibumu. Dan juga pada ayahmu, entah masih hidup atau sudah tiada. Satu lagi, Ri. Sebenarnya kamu ini gadis yang kuat. Karena Allah tidak pernah memberi ujian kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuannya. Itu berarti, kamu dipilih oleh Allah untuk menerima ujian ini karena kamu adalah manusia yang kuat. Yang aku yakin kalau ujian ini didatangkan padaku, belum tentu aku sanggup menerimanya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;”Aku tidak sehebat itu, Zid. Aku ini anak nakal,” Eri mengingat kembali semua ulahnya yang sering membuat orang jengkel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;”Nakal, tapi cerdas,” sahut Zida.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Eri tersenyum. Untuk sesaat Eri merasa tenang. Ia bersyukur telah dipertemukan dengan Zida. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;”Kamu tahu, apa definisi orang kuat?” tanya Zida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Eri menggeleng. ”Apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;”Orang kuat adalah orang yang akan segera bangkit setelah dia terjatuh. Dan akan menghadapi dunia dengan kepala tegak dan senyum mengembang,” zida berdeklamasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Mereka kembali tertawa. Zida bisa melihat mata sendu Eri sudah lenyap dan digantikan mata coklat menawan yang selama ini dia kenal. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Kernet memanggil penumpang yang berhenti di pertigaan. Di sana berjejer bus-bus jurusan Malang. Sebelum turun dari bus untuk berganti bus jurusan Malang, Zida memberikan kartu namanya pada Eri. Mereka berpelukan dan saling mengucap salam perpisahan. Semoga bisa berjumpa lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;        Sejenak Eri bisa melupakan masalahnya. Tapi ketika sosok Zida berlalu ia kembali murung. Eri ingin segera sampai di kamar kosnya. Tiba di Terminal Oso Wilangon, Eri berganti angkot WK untuk turun di Pacar Keling. Terakhir, Eri naik angkot T2 yang akan menurunkannya tepat di depan gang kosnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Setelah membuka pintu kamarnya, Eri terhenyak. Baru kali ini dadanya bergetar mendengar alunan Adzan Maghrib. Selama ini, adzan baginya tidak berarti apa-apa. Eri beranjak mengambil wudhu. Kos-kosan sepi. Mungkin belum ada yang balik dari kampungnya selain dia. Ia kemudian meraih mukenahnya kemudian mengangkat tangan untuk bertakbir. Di akhir rakaat sholatnya, Eri bersimpuh di atas sajadahnya. Menderas. Mengadu pada Sang pemilik hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;color:black;"   lang="FI" &gt;“Kini aku semakin menyadari bahwa Sang Kuasa jauh lebih mencintaiku dari pada cintaku pada diriku sendiri. Bahwa Sang Pencipta menyayangiku dan hanya ingin memberikan makna hidup yang terbaik dalam pengembaraan hidupku. Karena itu… aku akan berbuat yang terbaik dalam hidupku, “ di akhir doa’anya, Eri bertekad.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-5851780467865562106?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/5851780467865562106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=5851780467865562106&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5851780467865562106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5851780467865562106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/cerpen-perjalanan-mencari-makna-ending.html' title='Cerpen: Perjalanan Mencari Makna (Ending)'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-6319947618066377209</id><published>2008-05-29T21:52:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:21:15.742-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen: Perjalanan Mencari Makna (3)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Bagian 3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Pukul empat sore, hujan mulai reda. Eri bersiap untuk berangkat ke kota tempatnya menuntut ilmu. Eri kuliah di sebuah universitas negeri di Surabaya. Hanya karena mendapat beasiswa, Eri bisa kuliah. Bapak dan Emak tidak punya cukup uang untuk membiayai kuliahnya. Meskipun terkenal nakal dan jahil, Eri memiliki otak yang cerdas. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Selain itu, Eri berbakat memikat orang lain dengan kata-katanya. Eri tidak akan kehabisan bahan pembicaraan dengan orang lain. Eri memang cepat akrab dan menyesuaikan diri. Bisa dibilang dia memiliki bakat SKSD, atau Sok Kenal Sok Dekat. Pernah guru Bimbingan Konselingnya di SMA, menasehatinya untuk memilih jurusan Komunikasi atau Hubungan Internasional. Eri berbakat di dunia politik maupun kediplomatan. Tetapi, Eri lebih memilih jurusan yang membuatnya merasa bahagia, seperti di desanya sendiri. Jurusan Biologi lah yang dipilih Eri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Sebelum berangkat, Eri berinisiatif untuk buang air kecil, sebelum kerepotan nanti di jalan. Eri menuju kamar mandi di dekat dapur dan melewati kamar Emak dan Bapak. Sejenak Eri berhenti ketika mendengar namanya disebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;        Eri menempelkan kupingnya ke pintu kamar orangtuanya yang terbuat dari papan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;Terdengar oleh Eri suara Emak, ”&lt;i&gt;Ndak&lt;/i&gt; terasa, dua puluh tahun telah berlalu. Dan sekarang Eri sudah besar ya, Pak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        ”Iya, Bu. Bapak sangat bersyukur punya anak seperti Eri,” timpal Bapak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri yang mendengar pujian itu ditujukkan untuk dirinya, tersenyum bahagia. Kemudian terdengar suara lemari dibuka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;        ”Emak juga bersyukur, Pak. Meskipun Eri bukan anak kandung kita, tapi Emak sayang sekali sama anak itu. Jahilnya, itu lho, ngangenin.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Bapak tertawa. Tapi hati Eri sakit. Sakit sekali. Jadi, dia bukan anak kandung Emak dan bapak? Lalu, siapa orang tua kandungnya? Eri terpaku hingga tak sadar pintu kamar telah terbuka. Emak dan Bapak kaget bukan main melihat anak mereka mendengar rahasia yang selama ini sudah mereka sembunyikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Ketiga orang itu duduk mengelilingi meja makan di dapur. Tidak ada yang bicara. Eri ingin sekali berteriak, tapi tenggorokannya tercekat. Kemudian Bapak memulai pembicaraan, “Begini, &lt;i&gt;ndhuk&lt;/i&gt;. Kamu jangan salah paham dulu. Emak dan Bapak sangat menyayangi kamu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Eri tahu, Pak. Eri tak pernah sedikitpun meragukan itu. Eri Cuma ingin tahu, siapa sebenarnya orang tua kandung Eri!” Tak sadar Eri berteriak. Sebelum ini, tak pernah sekalipun Eri berani membentak orang tuanya. Sejahil apa pun Eri, tak akan pernah ia berani berkata keras pada orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Bapak menghela napas. Emak mulai berkaca-kaca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;        ”Baiklah, Bapak akan menceritakan segalanya padamu, &lt;i&gt;ndhuk&lt;/i&gt;. Dua puluh satu tahun yang lalu, kami masih bekerja di sebuah rumah milik keluarga Sukarta di Surabaya. Emak bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dan Bapak sebagai sopir. Semuanya baik-baik saja, hingga suatu hari terjadi pertengkaran hebat antara Tuan Besar dengan Non Liana. Non Liana dipukul oleh Tuan Besar dan diseret keluar dari rumah. Non Liana diusir dari rumah karena hamil diluar nikah. Emak dan Bapak tidak tega melihat Non Liana diperlakukan seperti itu. Selama ini, Non Liana selalu baik sama kami, berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain, yang sering memperlakukan kami seperti budak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Kami tidak percaya Non Liana yang selalu rajin sholat bisa berbuat seperti itu. Kemudian kami membawa Non Liana pergi ke rumah orang tua Bapak di desa ini. Kebetulan rumah ini kosong setelah ditinggalkan oleh penyewa sebelumnya. Kami merawat Non Liana hingga kandungannya membesar. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="IT" &gt;Selama dia tinggal di sini, Non Liana tidak pernah tersenyum. Dia selalu terlihat murung. Kami tidak tega melihat Non Liana seperti itu. Saat kandungannya sudah mencapai hampir sembilan bulan, tiba-tiba kami harus melayat ke kampung sebelah, terpaksa Non Liana kami tinggalkan sendiri. Kami pikir, kami hanya sebentar di sana. Saat kami kembali, ternyata Non Liana sudah melahirkan kamu, &lt;i&gt;ndhuk&lt;/i&gt;. Tanpa bantuan bidan maupun dukun beranak. Kami jadi merasa sangat bersalah telah meninggalkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="IT" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Non Liana mengatakan sesuatu pada kami bahwa kami harus memberi nama kamu Eri, seperti yang tertulis di kalungmu itu. Non Liana bersumpah bahwa dia tidak pernah berzina. Dia diperkosa. Tapi orang tuanya tidak mau tahu. Orang tuanya malu kalau aib itu sampai ketahuan orang lain. Non Liana tidak kenal siapa laki-laki yang telah merenggut kebahagiaannya. Tapi, Non Liana berhati besar. Dia tidak pernah sekalipun berniat menggugurkan kandungannya. Baginya, bayi adalah makhluk suci yang tidak bedosa. Ibumu orang baik, &lt;i&gt;ndhuk&lt;/i&gt;.” Bapak mengakhiri ceritanya. &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Emak menangis tersedu sedan. Eri bingung harus berkata apa. Ia, anak hasil perkosaan? Ya, Allah inikah hukuman atas semua kenakalan dan kejahilanku? Eri menangis dan menelungkupkan wajahnya di atas meja. Eri marah. Eri ingin sekali membunuh laki-laki itu. Yang menyebabkan penderitaan ibu kandungnya. Ibu? Eri bahkan tidak tahu wajahnya. Eri tidak pernah mengenalnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="IT" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri mendongak menatap kedua orang yang sudah dianggapnya orang tua kandung. Emak masih menangis dan Bapak kelihatan berkaca-kaca. Eri masih marah, tapi ia mulai menguasai dirinya. Bibir Eri bergetar saat bicara, ”Pak, apakah Bapak punya foto ibu kandung Eri?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="IT" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Bapak terkaget mendengar ucapan Eri. Bapak kira, Eri akan mengamuk atau memarahi mereka karena menyembunyikan semuanya ini darinya setelah sekian lama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bapak beranjak dari kursi dan menuju kamarnya. Saat kembali, Bapak membawa selembar kertas usang yang pinggirnya sudah sobek-sobek. Bapak menyerahkan foto itu ke tangan Eri. Eri menerimanya dengan tangan gemetar. Eri membalik foto itu dan melihat seorang perempuan cantik dengan memakai toga. Kulitnya putih, berbeda dengan kulit Eri. Tapi, matanya. Matanya sama dengan mata Eri. Mata coklat yang menawan. Inikah ibunya? Air mata Eri membasahi kertas itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="IT" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;        Suara klakson sepeda motor, memecah keheningan. Eri bangkit di ikuti Bapak dan emak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;        ”Bolehkah Eri menyimpan foto ini, Pak?” kata Eri sambil menghapus air matanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Bapak mengangguk pelan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Sesampainya di pintu depan Eri berbalik dan berkata, ” Terima kasih, Pak, Mak. Atas semuanya. Eri minta maaf kalau selama ini Eri sering berbuat salah sama Bapak, terutama Emak.” Tangis Emak pecah lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        ”Jangan bicara begitu, &lt;i&gt;ndhuk&lt;/i&gt;. Kami ini masih orang tuamu. Setidaknya orang tua yang membesarkanmu. Kau lebih dari seorang anak bagi kami. Kau permata hidup kami.” &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Emak berkata di sela-sela tangisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri tak tahan lagi. Eri keluar rumah dengan memanggul ranselnya yang menggelembung. Berisi beberapa potong baju dan bukunya, serta segala macam makanan yang bisa dijejalkan Emak ke dalamnya. Eri mencium tangan Emak dan Bapak dengan takzim, sebulan lagi Eri baru bisa mencium tangan-tangan itu lagi. Air mata Emak bercucuran, mata Eri berkaca-kaca. Eri cepat-cepat menaiki ojek yang sudah di pesan oleh Bapak. Sebelum berbelok, Eri menoleh ke belakang, menyaksikan bahu Emak berguncang dalam rangkulan Bapak. Bapak melambaikan tangan. Eri tak kuasa menahan bulir-bulir air hangat menetes di pipinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Dalam perjalanannya menyusuri desa, Eri merasakan sekali lagi aroma desanya. Sawah-sawah yang terbentang. Tambak-tambak ikan dan garam di kanan kiri jalan. Warung-warung kecil yang sepi. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Dan peternakan ayam yang bau pun nampak indah di matanya. ”Ah, selamat tinggal desaku. Sebulan lagi aku akan kembali. Entahlah apakah aku akan kembali,” katanya pada dirinya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-6319947618066377209?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/6319947618066377209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=6319947618066377209&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/6319947618066377209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/6319947618066377209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/cerpen-perjalanan-mencari-makna-3.html' title='Cerpen: Perjalanan Mencari Makna (3)'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-8324065198936034526</id><published>2008-05-29T21:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:19:45.174-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen: Perjalanan Mencari Makna (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;"  lang="SV"&gt;Bagian 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;        Pagi hari yang cerah. Eri membuka jendela kamarnya. Spontan, tangan kanannya menutupi mata dari sinar matahari yang menyelusup ke kamar. Ah, alangkah senangnya kalau masa liburan belum habis. Hari secerah ini, paling enak kalau ke pantai. Eri tersenyum memandang jam di dinding. “Ah, masih jam setengah sembilan. Masih banyak waktu untuk berkemas,” pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;        Setiap libur panjang tiba, Eri selalu pulang ke desa yang sudah ditinggalinya sejak lahir. Eri bersyukur dilahirkan dan dibesarkan di desa ini. Nama desa itu Ujungpangkah. Sebuah desa di ujung timur pulau jawa. Desa ini bisa ditempuh dengan dua jam perjalanan dari Surabaya. Dan tempat favoritnya adalah pantai Ngemboh yang menyisakan banyak kenangan. Pada saat air surut, Eri dan kawan-kawannya suka berenang bersama, mencari keong yang bersembunyi di balik batu karang, atau sekedar menangkapi ubur-ubur yang melayang-layang terseret arus. Kadang-kadang, bapak mengajak Eri menguras perahu setelah melaut semalaman. Setelah itu, Bapak akan mengajak Eri jalan-jalan dengan perahunya menyusuri rawa-rawa. Komunitas &lt;i&gt;mangrove&lt;/i&gt; dari berbagai spesies tumbuh lebat di kanan kiri rawa. Di antara pohon bakau banyak ikan &lt;i&gt;blodok&lt;/i&gt; melompat dan bermanuver menembus lumpur. Dari berbagai jenis burung yang bisa dijumpainya, Eri selalu takjub dengan burung bangau yang memenuhi paruh panjangnya dengan ikan yang baru ditangkapnya. Di ujung rawa, ada lautan luas yang menyambutnya. Membuatnya merasa kecil di tengah besarnya kuasa Tuhan. Sesekali Eri bisa melihat elang di angkasa. Bapak selalu bilang, laut adalah salah satu ciptaan Allah yang menakjubkan. Di laut, bapak bisa merasakan penghambaan alam pada Tuhannya. Mulai dari angin, ombak, bahkan tumbuhan dan hewan yang hidup di laut dan sekitarnya. Eri tersenyum mengingat kilas balik masa kecilnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri berganti baju dan duduk di meja makan di dapurnya yang tidak bisa dibilang luas. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Meskipun sederhana, Eri selalu merindukan rumah ini kalau sudah berada lama di kota rantaunya. Yah, walaupun jarak antara desanya dengan kota tempat ia menuntut ilmu cuma dua jam perjalanan, ia tidak bisa sering-sering pulang ke desanya yang indah ini. Biaya transport bolak-balik cukup untuk delapan kali makan. Wah…Eri tidak setega itu pada Emak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “&lt;i&gt;Wis&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;ndang&lt;/i&gt; makan. &lt;i&gt;Arek wedhok&lt;/i&gt;, kok, &lt;i&gt;pencilaan ae&lt;/i&gt;…&lt;i&gt;ndhuk&lt;/i&gt;…&lt;i&gt;ndhuk&lt;/i&gt;…” Kata Emak. Eri nyengir. Makan dengan lahap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Kamu &lt;i&gt;wis &lt;/i&gt;berkemas &lt;i&gt;opo durung&lt;/i&gt;?” tanya Emak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Entar &lt;i&gt;ae&lt;/i&gt;, mak. Aku lagi pengen ke pantai, nih.” jawab Eri sekenanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “&lt;i&gt;Opo&lt;/i&gt;! Kebiasaan kamu, itu! Berkemas dulu, baru jalan-jalan!” Emak mulai habis kesabaran. Eri sudah mau membuka mulut untuk menjawab, tapi Emak keburu menambahkan, “Habis Ashar, kan, kamu sudah harus berangkat. Berkemas sekarang! Kalau tidak, pasti nanti kelabakan. Dan pasti nanti Emak yang repot!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri manyun. Sambil mendengus, ia bergegas ke kamar untuk berkemas. Kali ini ia harus mengalah dan menjalankan semua kata-kata Emak. Kalau tidak, Eri tidak akan bisa ke pantai dan Emak akan mengiringi kepergiannya dengan paket omelan spesial, tapi nggak pake telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;        Eri keluar rumah hendak pergi ke pantai, tapi urung dilakukannya. Eri melihat bapaknya pulang dari melaut. Eri berlari menyongsong bapaknya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="NO-BOK" &gt;Bapak Eri geleng-geleng kepala, menyaksikan tingkah anak perempuannya ini. Salah Bapak juga, pikirnya. Karena terlalu terobsesi memiliki anak laki-laki, Bapak jadi mendidik Eri seperti anak laki-laki. Dan sekarang setelah melihat Eri beranjak dewasa, Bapak jadi menyesal. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Apa ada laki-laki yang mau memperistri Eri yah?, pikirnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Woi, Bapak, kok, melamun? Hayo…habis ketemu sama putri duyung ya…sampai linglung githu…” Eri menggoda Bapak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri dan Bapak masuk ke rumah. Emak yang mendengar kedatangan Bapak, segera menyiapkan kopi dan pisang &lt;i&gt;kentaki&lt;/i&gt; yang tadi digorengnya. Bapak duduk di meja makan dan menyeruput kopinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Gimana, hasilnya, Pak?” Tanya Emak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, Mak. Ikan yang Bapak tangkap bisa dijual dengan harga seratus dua puluh ribu. Dibagi sama Tarjo, jadi Bapak dapat enam puluh ribu. Cukuplah buat makan dan tambahan uang saku Eri.” jelas Bapak sambil menyerahkan tiga lembar dua puluh ribuan. Karena Bapak pemilik perahu dan jaring, jadi bapak dapat bagian dua per tiga. Bapak mengambil pisang &lt;i&gt;kentaki &lt;/i&gt;dan memakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;”Wah, enak juga pisangnya, Mak.” &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Bapak memperbaiki posisi duduknya dan melanjutkan, “Ombaknya lagi besar di laut. Anginnya kencang sekali. Hampir saja perahu Bapak oleng tadi malam.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “&lt;i&gt;Astaghfirullah!&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;, Bapak selamat ya, Pak,” sahut Emak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;        Eri yang sedari tadi diam, mendengarkan dengan seksama. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Di saat-saat seperti ini timbul perasaan kagum pada Bapak. Bapak dengan garis wajah yang tajam serta kulitnya yang coklat tua dan kasar karena terlalu lama terkena sinar matahari dan asinnya air laut, menyimpan keteduhan di matanya. Sebesar atau sekecil apapun hasil tangkapan Bapak, ia selalu bersyukur. Karena itu, Eri berjanji pada dirinya sendiri akan belajar dengan giat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;        Eri benar-benar tak jadi ke pantai. Bukan karena Bapak bilang ombaknya sedang besar di laut. Tapi karena Eri ingin lebih banyak menikmati sisa liburan ini bersama orangtua yang sangat dicintainya itu. Emak yang baik hati dan sabar dibalik kecerewetannya. Bapak yang bijaksana dibalik tampangnya yang garang. Ah, rasanya tak ada orang seberuntung Eri. Yang memiliki kedua orangtua seperti mereka. Kesederhanaan dan kesahajaan orang tuanya lah yang membuat Eri tumbuh menjadi gadis periang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Setelah sholat dhuhur, Eri mengantuk. Kelelahan sehabis berkemas dan membantu Emak di dapur. Hujan tiba-tiba mengguyur desa. Tanpa aba-aba gerimis, atau mendung sebagai peringatan. Emak berlari keluar mengambil jemuran dengan sembarangan. Halilintar menggelegar tanpa tedeng aling-aling. Eri terlonjak saking kagetnya. Sambil memegang liontin bertuliskan namanya yang terkalung di lehernya, ia mencoba mengingat kembali mimpinya. Masih mimpi yang sama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mimpi tentang sebuah pondok kecil di hutan yang gelap. Ada suara tangisan bayi di sana. Ah, entah apalagi. Eri tak dapat mengingat seluruh sketsa mimpinya. Tapi satu hal yang Eri yakin, suasananya, atmosfirnya sama seperti keadaan cuaca hari ini. Hujan deras disertai petir dan halilintar yang saling berebut untuk memuntahkan gemuruhnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-8324065198936034526?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/8324065198936034526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=8324065198936034526&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/8324065198936034526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/8324065198936034526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/cerpen-perjalanan-mencari-makna-2.html' title='Cerpen: Perjalanan Mencari Makna (2)'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-5233513646164371364</id><published>2008-05-29T21:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:19:45.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen: Perjalanan Mencari Makna</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;"  lang="FI"&gt;Bagian 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Awan gelap menyelimuti langit. Air hujan membasahi bumi begitu derasnya. Petir dan halilintar saling berebut untuk memuntahkan gemuruhnya. Laut tidak mau kalah, menyumbangkan ombak yang bergulung-gulung disertai angin kencang yang suaranya menggelegar, mengatasi gemuruh petir maupun halilintar. Nuansa alam yang hadir seolah menemani kelahiran seorang bayi perempuan di sebuah gubuk kecil di tepi pantai. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Malam ini, seorang perempuan muda tengah berjuang antara hidup dan mati. Demi sebuah kehidupan baru. Kehidupan yang mungkin tak diharapkan olehnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhnya, dengan sekuat tenaga ia hirup udara dan menghembuskannya tanpa makna. Baginya, ini hanyalah spontanitas yang mengiringi naluri seorang ibu. Ibu?. Rasanya ia begitu muak mendengar kata itu. Ia tidak pernah berharap untuk menjadi seorang ibu dari bayi yang tidak diharapkannya. Bayi dari benih seorang lelaki yang telah menghancurkan kebahagiaannya. Merenggut masa mudanya dengan sia-sia. Dan lukapun menganga. Memungkinkan lalat dan kuman berkerumun di sana. Hanya penyesalan dan kebencian yang tersisa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Lengkingan tangis memecah keremangan malam. Petir dan halilintar kembali bergemuruh menyambut kehidupan baru di bumi. Seorang bayi perempuan yang cantik dan bermata indah telah hadir di dunia menambah satu lagi populasi manusia di bumi. Bayi itu terus saja menangis. Tergolek di atas ranjang bambu tak terjamah. Sepasang suami istri paruh baya terkaget mendapati pemandangan di depan mereka. Yang wanita, segera mengambil bayi yang telanjang dan bergegas memotong tali pusarnya, kemudian membungkusnya dengan kain sarung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Perempuan muda itu meneteskan air mata sembari memasangkan liontin perak bertuliskan nama ’ERI’ di leher si bayi mungil. Bibir perempuan muda itu bergetar menahan air mata yang sudah mendesak keluar. Kedua pasang suami istri duduk di tepi ranjang bambu ketika perempuan muda itu mengatakan sesuatu yang selama ini tak bisa dikatakannya. Sesuatu yang menjadi sebab semuanya ini terjadi. Tiba-tiba tenggorokannya tercekat, lidahnya kelu. Tubuhnya meregang sebelum tak sadarkan diri. Dan entah kenapa si bayi terdiam dari tangisnya. Sementara yang laki-laki, segera mendeteksi denyut di urat nadi perempuan muda. Laki-laki itu mendongak menatap istrinya, menggeleng. Dengan tangan kanannya, ia menutup mata perempuan muda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Dua puluh tahun telah berlalu sejak kejadian itu. Dan bayi perempuan itu kini telah tumbuh menjadi gadis periang dan cerdas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Eri…bangun…!” Emak berteriak sekuat tenaga dari dapur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Duh, anak ini kalau &lt;i&gt;ndak&lt;/i&gt; diguyur, &lt;i&gt;ndak&lt;/i&gt; bakalan bangun,” tambahnya. Emak mengecilkan kompor, mengambil segayung air dari kamar mandi dan bergegas ke kamar Eri. Eri terbaring di atas ranjang sempitnya sambil memeluk guling. Ngiler. Emak tersenyum dan mulai mengguyurkan air ke mukanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Ah…banjir…!!” teriak Eri lantang sekali. Eri membuka mata, memandang sekeliling dengan heran. “Kok, aku ada di kamar?” pikirnya. Rupanya Eri tak menyadari bahwa sedari tadi Emak berdiri di sampingnya sambil melotot dan berkacak pinggang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Mau tidur sampai kapan, HA!” Emak berusaha mengerahkan semua otot matanya untuk berkontraksi. “ Makanya, kalau habis sholat shubuh jangan tidur lagi! Jadi bangunnya &lt;i&gt;ndak&lt;/i&gt; kesiangan!” Emak semakin membara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “Eh, Emak…” Menyadari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanda-tanda bahaya omelan Emak yang bertubi-tubi dan hanya akan selesai tujuh hari tujuh malam, tanpa rasa bersalah Eri berlari melesat keluar kamar sambil menyambar handuk yang tersampir di gantungan baju.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;        “&lt;i&gt;Ealah&lt;/i&gt;…&lt;i&gt;Gusti&lt;/i&gt;…punya anak perawan satu, kok, bandelnya minta ampun!” keluh Emak sambil geleng-geleng.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Eri keluar dari kamar mandi sambil &lt;i&gt;cengar-cengir&lt;/i&gt; mengingat kejadian tadi. Rambutnya yang masih basah dibungkus dengan handuk. Melihat Emak di dapur, mata Eri berkilat. Terpikir olehnya suatu ide hebat untuk membalas Emak. Emak yang tak menyadari otak jahil anak semata wayangnya, menggoreng pisang &lt;i&gt;kentaki &lt;/i&gt;– nama khusus yang dibuat Emak untuk menyebut pisang bungkus tepung yang digoreng garing – sambil &lt;i&gt;muroja’ah&lt;/i&gt; surat Asy Syams.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “&lt;i&gt;Wasyamsi wadhuhahaa&lt;/i&gt;…, Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari,” Emak menghayati bacaannya. Di belakang Emak, Eri berjalan mengendap-endap. Dalam tayangan lambat, Eri membuka handuknya dan mulai mengibaskan rambutnya yang basah kesana kemari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        “&lt;i&gt;Astaghfirullah&lt;/i&gt;…Eri!” Emak terlonjak, terkena cipratan air dari rambut Eri. Eri tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Emak yang seperti sudah diduganya, mulai nyerocos. Ngomel bin ngedumel. Secepat kilat, Eri membuka pintu kamar dan menguncinya dari dalam. “Yes! Berhasil!” pekiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-5233513646164371364?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/5233513646164371364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=5233513646164371364&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5233513646164371364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5233513646164371364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/cerpen-perjalanan-mencari-makna.html' title='Cerpen: Perjalanan Mencari Makna'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-5767250057454214999</id><published>2008-05-29T21:47:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:19:45.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen: Kerpekan Mini</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="IT" &gt;“Syifaa........cepetan......!” Lani berteriak garang di depan pintu kos Syifa. Syifa terpaksa menyelesaikan sarapannya dengan terburu-buru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="EN" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;    “Ya, bentar.....! Duh, ni anak emang kebangetan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Kalau ujian aja maunya berangkat pagi-pagi. Tapi kalau hari-hari biasa sukanya telat,” omel Syifa tak kalah garangnya. Hari ini Syifa memakai baju lengan panjang berwarna ungu muda, warna kesukaannya. Jilbabnya putih bermotif bunga lavender kecil-kecil berkibar membalut mahkotnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Kedua gadis itu bergegas menuju kampus yang tidak jauh dari kosnya. Mia sangat bersyukur mendapat kos di dekat kampus hingga tidak perlu memakan banyak waktu pada saat seperti ini. Mereka tiba di ruang 122 di lantai satu kampusnya. Syifa mengambil kursi di depan dan Lani lebih memilih di deretan bangku ketiga dari depan. Syifa senang karena sebagian besar mahasiswa yang datang duluan telah mengambil tempat di belakang sehingga tempat favoritnya di depan masih kosong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Hari ini ada ujian mata kuliah Evolusi. Mata kuliah yang paling disenangi Syifa. Dosen memasuki ruangan dan seketika para mahasiswa yang gaduh pun terdiam. Dosen membagikan lembar soal ujian dan jawabannya. Syifa mengamati lembar soal di mejanya. Tipe soalnya Essay, atau jawaban panjang. Ada sepuluh soal yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Berarti setiap soal harus diselesaikan dalam waktu enam menit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Lima menit berlalu semua wajah terpaku di mejanya masing-masing. Sepuluh menit berlalu keadaan masih sama. Lima belas menit berlalu, terdengar gesekan beberapa mahasiswa yang membenahi posisi duduknya. Tiga puluh menit berlalu disaat Syifa tengah memikirkan jawaban untuk soalnya yang ketujuh, ia memalingkan muka ke samping kanan. Syifa kaget. Dilihatnya teman yang selama ini ber-IPK bagus. Yang nilai Indeks prestasi Akademiknya di atas Syifa, tengah membuka catatan. Dan dengan santainya menyelipkan kertas yang dikenali Syifa sebagai guntingan handout yang sudah dijepret rapi di balik kertas ujiannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Syifa memandang ke depan di kursi dosen. Dosen wanita di depannya tengah membaca sebuah majalah wanita. Syifa menggeleng heran. Ia bimbang. Apakah kejadian ini harus di adukannya? Sesaat Syifa hendak beranjak dari kursinya, tapi ia urung melakukannya. Tiba-tiba ia teringat sebuah ayat yang tadi shubuh ia baca,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam " (QS. Al-An'aam 162).&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; Syifa takut kalau dia mengadu, itu bukan karena ingin beramar ma’ruf nahi mungkar, tapi lebih karena kemarahan dan kekecewaan di hatinya. Syifa tersadar dan segera beristighfar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Syifa kembali menekuni kertas ujiannya. Ia menahan diri untuk menoleh lagi ke sampingnya. Jarum jam di dinding tepat menunjukkan angka sembilan. Waktu ujian telah berakhir. Ia bergegas mengumpulkan kertas jawabannya dan mendekati teman yang dilihatnya ngerpek tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;”Lis, bisa kita bicara sebentar?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;“Ada apa?” Lisa tampak keheranan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;Syifa mulai bicara pada Lisa ketika ruangan sudah sepi. Ia menimbang apa yang harus dikatakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;“Begini, Lis. Aku tadi tidak sengaja melihat kamu menyalin ssesuatu dari tumpukan kertas yang aku yakin bukan kertas ujian,” ujar Syifa sambil mengamati reaksi Lisa. Tak disangka, Lisa dengan santainya berkata,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;“Terus kenapa? Mau ngadu?” kata Lisa menantang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;“Tidak. Aku tidak akan mengadukanmu. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Aku yakin Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan aku juga yakin bahwa setiap perbuatan ada balasannya,” kata Syifa tegas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;”Jadi kamu cuma ingin menceramahiku?” Lisa tersenyum sinis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;”Bukan. Bukan itu. Aku hanya ingin mengatakan bahwa mulai hari ini, aku mencabut semua rasa kagumku untukmu. Selama ini aku belajar dengan giat karena terinspirasi olehmu. Nilai-nilaimu yang tak pernah kurang dari AB. IPK-mu yang tak pernah melesat di bawah tiga koma lima. Pribadimu yang kalem dan membuatku ingin menghilangkan sikapku yang blak-blakan dan meledak-ledak. Semua dari dirimu menginspirasiku. Tapi itu dulu. Sekarang aku sadar bahwa aku salah menilaimu.” Syifa mengakhiri kata-katanya dan dengan mantap berjalan melewati pintu. Lisa terpaku di tempatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="PT-BR" &gt;Keesokan harinya, Syifa menunggu Lani di depan ruangan ujian mata kuliah Biodiversitas ketika Lisa datang mendekatinya. Lisa memandang Syifa. “Apa kita bisa bicara sebentar? &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Ujianmu kan masih sepuluh menit lagi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Syifa mengangguk. Ia mengikuti Lisa dari belakang dan berbelok ke lorong yang tidak biasa dilewati mahasiswa. Sampai di ujung lorong, Lisa berbalik menghadap Syifa dan berkata, ”Aku menyesal Syifa. Tadi malam aku ketiduran karena kelelahan. Waktu bangun keesokan harinya, aku sadar kalau belajarku belum selesai. Aku terpaksa menggunting handout kecil-kecil agar mudah membukanya saat ujian. Aku takut nilaiku jeblok, Syifa. Aku tidak terbiasa mendapat nilai jelek. Aku malu.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;”Tapi itu bukan alasan untukmu melakukannya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="NO-BOK" &gt;”Aku tahu. Ini pertama kalinya aku melakukannya. Dan sekarang aku menyesal. Apa yang harus kulakukan untuk memperbaikinya, Syifa?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;”Aku punya dua pilihan untukmu. Pertama, kamu menemui dosen Evolusi dan berkata sebenarnya lalu meminta ujian ulang. Aku tahu kamu pasti merasa malu di hadapan Bu Dosen, tapi di hadapan Allah kamu mulia. Karena tidak ada manusia yang steril dari dosa, Lisa. Yang membedakan manusia buruk dan manusia baik, adalah keputusannya untuk memperbaiki kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Pilihan kedua, kita anggap masalah ini selesai sampai di sini. Aku tidak akan pernah mengatakan ini pada siapa pun. Kamu tidak akan merasa malu di hadapan Dosen. Tapi di mata Allah kamu kalah. Kalah oleh hawa nafsumu. Sekarang terserah padamu, Lisa. Tapi ingatlah. Bukan kemampuan yang dimiliki seseorang yang menunjukkan siapa dirinya, tapi pilihan yang dia ambillah yang bisa menunjukkan siapa dia sebenarnya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 125%;"&gt;&lt;span style="line-height: 125%;font-family:Verdana;font-size:100%;"  lang="FI" &gt;Syifa bergegas ke ruang ujian setelah Lisa memeluknya dan mengucapkan terima kasih. Dan Lisa berbelok ke kanan menuju tangga yang akan mengantarnya ke ruang Dosen Evolusi. Syifa mengintip temannya itu dari balik tirai jendala ruang ujian. Ia tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-5767250057454214999?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/5767250057454214999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=5767250057454214999&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5767250057454214999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/5767250057454214999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/cerpen-kerpekan-mini.html' title='Cerpen: Kerpekan Mini'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-2443393204961332123</id><published>2008-05-29T21:41:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:19:45.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen: Kisah Kematian</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Ombak tergulung di pantai menyeringai tajam ke arahku, disusul riak yang berdesir menyapu kakiku yang telanjang. Sepertinya ombak itu mengerti suasana hatiku saat ini yang sedang galau. Belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sesuatu. Sesuatu yang.. Ah entahlah!. Aku bingung harus berbuat apa. Sementara otakku berpikir keras mataku nanar menerawang hingga titik perspektif pantai. Akalku mengembara kembali ke memori saat itu…       &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Malam itu langit sangat cerah. Aku dan sahabatku, Feti, baru saja kembali dari pesta ulang tahun teman sekelasku. Tidak seperti biasanya, malam itu jalanan agak lengang dari deru kendaraan yang biasanya lalu lalang. Kami berjalan sambil tertawa lepas saking gembiranya karena aku baru saja mendapat &lt;i style=""&gt;doorprise &lt;/i&gt;pada acara ulang tahun tersebut. Di sepanjang jalan aku dan Feti bercanda dan membicarakan kejadian di pesta tadi dengan penuh minat. Kami sampai terlupa bahwa kami telah berada di tengah jalan hingga tiba-tiba ada cahaya menyilaukan yang menuju ke arah kami dan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;“Brakk!!” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;        Sebuah Jaguar hitam mengkilat berhenti dan kemudian seorang laki-laki paruh baya keluar dari mobil dengan wajah tegang dan berkeringat dingin. Sementara itu, seorang gadis yang masih memakai gaun pesta, terkapar tak bergeming bersimbah darah diiringi tangis nyaring seorang gadis yang lain, yang juga memakai gaun pesta. Laki-laki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paruh baya kelihatan sangat panik dan kemudian mulai berbicara dengan seseorang dibalik telepon genggamnya. Aku yang sedari tadi berteriak-teriak ingin menawarkan bantuan tak dihiraukan oleh keduanya seakan-akan mereka tidak melihatku. Mungkin mereka terlampau sibuk saat ini, pikirku. Tapi tunggu dulu… sepertinya aku mengenal gadis yang tersedu sedan itu. Bukankah dia Feti, sahabatku? Dan gadis yang tergolek di atas aspal jalan itu… Ya Tuhan, itu tidak… itu tidak mungkin terjadi! &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Gadis itu…Aku?. Kemudian aku merasakan sensasi aneh di sekelilingku. Aku merasa hawa dingin merasuk menusuk tulangku. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Suara lengkingan sirine ambulan meraung-raung seakan mengejekku. AKU TIDAK MAU !! Aku …tidak mau mati……………….!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;###&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;    “Tidak……..!!” Aku terbangun dari tidur panjangku. Sekujur tubuhku terasa tertusuk-tusuk menyakitkan. Aku terbaring diatas ranjang sempit dengan memakai piyama putih. Seluruh ruangan terlihat putih, kukira tidak ada satupun benda di ruangan ini yang tidak berwarna putih. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Dinding, seprei, bantal, korden dan bahkan lampu pun bercahaya putih. Di mana aku sekarang berada?. Jangan-jangan aku memang benar-benar sudah mati dan ini pasti alam kematian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;    “Tok..tok..tok..!” S.. suara apa itu?. Sepertinya ada yang mengetuk pintu. Apakah itu malaikat yang akan menginterogasiku? Aduh, bagaimana ini? Aku takut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;    “Tok..tok..tok..!” suara itu terdengar lagi. Aku harus sembunyi. Selimut putih yang tergeletak di atas ranjang kutarik lalu ku lingkupkan ke tubuh dan wajahku. Pintu terbuka. Terdengar suara derap langkah memasuki ruangan. Samar-samar kulihat bayangan tubuh dari balik selimut putih yang tipis. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;Sepertinya itu sosok seorang laki-laki. Ketakutan mulai menguasai diriku. Jantungku berdegup kencang ketika sosok itu mendekatiku. Sebuah tangan terjulur hendak menjangkau selimut yang menutupiku. Aku sangat gugup dan kupejamkan mataku. Bagian selimut yang menutupi wajahku terbuka. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Aku menjerit sekeras-kerasnya hingga suaraku tercekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;    “Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu.” Kata sosok itu. Aku tidak begitu saja percaya. Beberapa waktu kemudian tidak ada suara apapun. Sunyi. Setelah yakin sosok itu telah pergi, aku membuka mataku. Tapi ternyata kudapati seorang lelaki berbaju putih telah berdiri didepanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;    “Anda baik-baik saja ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;    “Siapa kamu? Dimana saya ?” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="PT-BR" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;    “Anda dirumah sakit.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;    “Rumah sakit ? Jadi saya belum mati ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;###&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;    Aku tidak mati. Setidaknya belum. Ternyata aku hanya terserempet mobil pada malam itu. Satu hal yang membuatku bingung adalah pada saat itu kenapa aku bisa melihat diriku sendiri terkapar di atas aspal jalan. Dua bulan telah berlalu dan aku belum menemukan jawabannya. Aku takut sekali kalau hari itu benar-benar terjadi. Hari dimana aku tidak bisa mendengar suaraku sendiri. Hari dimana aku harus mati. Mati. Aku merinding memikirkan kata itu. Aku belum siap jika dosa-dosaku di perhitungkan. Aku belum siap jika amalanku yang tidak seberapa ini di pertanyakan. Yang bisa kulakukan sekarang adalah mulai memperbaiki diri. Karena kejadian itu sekarang aku memakai jilbab, sesuatu yang seharusnya kulakukan dari dulu. Karena kejadian itu juga sekarang aku tidak pernah lagi menunda waktu sholat. Mungkin dengan cara inilah Allah mengingatkan aku tentang arti kehidupan. Karena kematian adalah bagian dari kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-2443393204961332123?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/2443393204961332123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=2443393204961332123&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/2443393204961332123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/2443393204961332123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/cerpen-kisah-kematian.html' title='Cerpen: Kisah Kematian'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2328232264970436273.post-1143748593105519500</id><published>2008-05-29T21:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T00:36:13.232-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Motivasi'/><title type='text'>Manajemen Stress</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Verdana;"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="FI" &gt; petikan kisah Steven R Covey pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Menurut anda, kira-kira seberapa beratnya segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="FI" &gt; tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="FI" &gt;“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik,&lt;br /&gt;agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Kisah tersebut menginspirasi kita bahwa sebesar apapun beban masalah yang sedang kita tanggung, hal itu itu tidak akan menjadi lebih berat jika kita istirahat sejenak dan melihat dari sudut pandang berbeda, bahwa tidaklah Allah memberikan suatu masalah atau kesulitan melebihi kemampuan hamba-Nya dan janganlah lupa bahwa bersama kesulitan selalu ada kemudahan. Karena itu mari kita buka pikiran dan menjalani hidup ini dengan penuh semangat dan penuh keyakinan. Key...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2328232264970436273-1143748593105519500?l=mudlfiroh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/feeds/1143748593105519500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2328232264970436273&amp;postID=1143748593105519500&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/1143748593105519500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2328232264970436273/posts/default/1143748593105519500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mudlfiroh.blogspot.com/2008/05/manajemen-stress.html' title='Manajemen Stress'/><author><name>Mudlfiroh</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06899927291745552229</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
